
Motto pengendalian hama
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kemarau panjang yang diprediksi melanda Indonesia tahun ini perlu diwaspadai karena akan meningkatkan serangan penyakit dan virus pada tanaman. Karena itu, perlu strategi jitu supaya petani bisa mengantisipasi agar tak mengancam produksi pangan.
Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BPOPT), Yuris Tiyanto mengingatkan, perubahan iklim membuat suhu meningkat, sehingga akan terjadi reaksi biologis yaitu serangan hamanya akan meningkat.
Sementara musuh alami hama kalau memang tidak terjaga dengan baik, mendorong petani untuk meningkatkan penggunaan pestisida. Dampaknya, musuh alami akan berkurang. “Ini yang perlu kita lihat dan kita cermati. Jadi, sebelum mengendalikan hama dengan pestisida, cermati dulu kondisi perkembangan OPT,” kata Yuris.
Saat Webinar Menjaga Produksi Pangan Saat El Nino Datang yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bersama PT. Pupuk Indonesia, Rabu (10/6), Yuris juga mengingatkan, perubahan iklim El Nino akan terjadi migrasi hama dari daerah dingin ke daerah panas. Bukan hanya itu, predator atau musuh alam hama juga akan berbeda.
Kemudian bagaimana pengaruh perubahan iklim terhadap OPT? Pertama ungkap Yuris, peningkatan reproduksi hama tanaman, khususnya hama dari serangga. Sebab, hama juga ada yang bersumber dari penyakit.
Nah, pada musim kemarau atau El Nino, Yuris memprediksi, hama akan meningkat tajam. Namun sebaliknya, penyakit tanaman akan menurun. ”Hama ini akan meningkat dengan suhu yang makin hangat,” katanya.
Peningkatan suhu menurut Yuris, mempersingkat fase larva atau nimfa. Hama lebih cepat mencapai usia dewasa dan bereproduksi, sehingga mempersingkat waktu hama terpapar predator alami. ”Jadi dampak perubahan iklim yang menuju ke kekeringan, reproduksi hama akan meningkat. Otomatis serangannya juga akan meningkat,” ujarnya.
Perubahan iklim El Nino, lanjut Yuris, mendorong hama untuk migrasi menyelamatkan diri. Misalnya, hama Lipidoptera yaitu hama penggerek batang jagung. Hama tersebut sebelumnya berkembang di Eropa, perubahan iklim membuat hama tersebut bermigrasi dan bergeser ke arah utara.
”Hama akan bermigrasi ke lokasi yang membuat mereka nyaman. Jadi perubahan iklim El Nino, selain hama bereproduksi lebih banyak, mereka juga akan bermigrasi, khususnya hama-hama yang bersayap,” tuturnya.
Selain meningkatnya serangan hama, Yuris juga mengingatkan penyuluh dan petani mewaspadai penyakit tanaman, yang disebabkan virus. Sebab, virus akan berpindah karena ada vektornya yaitu serangga. ”Karena serangga meningkat tajam pada musim kemarau, dampaknya virusnya juga akan meningkat,” katanya.
Yuris menjelaskan, musim kemarau menyebabkan tanaman kekurangan air dan rentan, sehingga mudah diserang hama. Dengan demikian, pada musim kemarau ini ada dua yang patut diwaspadai yakni serangan serangan hama dan virus.
BBPOT menyarankan beberapa strategi cegah meledaknya serangan hama pada musim kemarau. Baca halaman selanjutnya.