
Motto pengendalian hama
Data BBPOPT dalam 10 tahun terakhir, ternyata pada saat musim kemarau serangan hama lebih tinggi. Untuk hama wereng bisa mencapai 60 persen, sedangkan tikus 53 persen dari luas tanam. Sementara untuk penyakit, serangan memang berkurang. Untuk penyakit blast hanya 38 persen dan kresek 40 persen dari luas tanam.
Untuk mengatasi serangan OPT, Yuris mengatakan, perlu adanya strategi. Setidaknya ada tiga strategi. Pertama, Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Beberapa prinsif PHT yakni monitoring OPT secara rutin, budidaya tanaman sehat, pemanfaatan agen hayati/musuh alami dan menjadikan petani sebagai ahli PHT.
Dalam penerapan PHT, Yuris menambahkan, perlu pengendalian secara pre-emtif yakni menurunkan populasi awal dan laju serangan OPT melalui pola tanam, waktu tanam, varietas tahan kekeringan, perlakuan benih dan Agens Pengendali Hayati. Selain itu, pengendalian responsif melalui mengendalikan sumber serangan (spot stop).
Strategi kedua yakni, sistem monitoring OPT skala luas (global) melalui deteksi dini terhadap kemunculan OPT agar cepat dikendalikan dan dibatasi penyebarannya. Strategi ketiga ungkap Yuris, pemodelan peramalan OPT dengan sistem peringatan dini. Sistem ini menggabungkan data proyeksi iklim dengan data OPT (bioekologi/epidemiologi) untuk memprediksi risiko sebelum OPT meledak.

Sistem ini juga berisi peramalan antar musim yakni prakiraan luas serangan OPT untuk periode tanam berikutnya yakni skala wilayah geografis dari mulai desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Selain itu, peramalan dalam musim yakni prakiraan pupulasi dan intensitas serangan OPT dalam musim berjalan dalam skala petak/hamparan.
Guna membantu petani mengantisipasi serangan OPT, BBPOPT mempunyai aplikasi prakiraan serangan OPT SiFortuna yang diluncurkan sejak 2023. Untuk itu, Yuris menyarankan petani atau penyuluh harus mengindentifikasi dengan cara amati, kenali, ramalkan dan kendalikan.
“Empat konsep ini sangat penting untuk mengendalikan OPT di lapangan. Jadi petani perlu mendeteksi secara dini kemunculan OPT agar cepat dikendalikan dan dibatasi penyebarannya,” tuturnya.