Rabu, 20 Maret 2019


Luka Palu dan Donggala, Luka Pertanian

01 Okt 2018, 21:28 WIBEditor : Gesha

Seluruh ASN lingkup Kementerian Pertanian menyisihkan sebagian uangnya untuk membantu masyarakat Palu dan Donggala | Sumber Foto:JULIANTO

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Belum juga pulih dari peristiwa gempa bumi yang memporakporandakan Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia kembali berduka dengan adanya gempa bumi yang disusul tsunami terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Semua pihak berduka, tak terkecuali Kementerian Pertanian (Kementan).

“Luka Palu dan Donggala adalah luka Kementerian Pertanian dan duka Indonesia.” Demikian diucapkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sebaga ungkapan duka cita terhadap korban tsunami di dua wilayah yang berada di Sulawesi Tengah itu.

Seperti diketahui Jumat (27/9), Kabupaten Palu dan Donggala tertimpa musibah bencana gempa yang menyebabkan tsunami. Musibah tersebut bukan hanya meluluhlantahkan rumah dan sarana umum, tapi juga korban jiwa manusia yang sangat besar.

Untuk membantu korban jiwa, Kementerian Pertanian akan mengirimkan sumbangan, baik dalam bentuk dana bantuan maupun materi. “Bantuan itu untuk mengurangi beban masyarakat yang terkena musibah,” ujar Amran usai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jakarta, Senin (1/10). Pada saat tersebut juga dilakukan penggalangan sumbangan untuk korban bencana tsunami di Palu dan Donggala.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai Kementerian Pertanian yang mau menyumbang. Uang Rp 10 ribu sampai 50 ribu kami rasa sangat ringan buat pegawai Kementerian Pertanian,” katanya. 

Amran mengungkapkan, hingga kini bantuan dari pihak luar yang disumbangkan melalui Kementerian Pertanian untuk korban bencana tsunami di Palu sudah sebanyak Rp 10 miliar.  Sedangkan bantuan untuk korban gempa di Lombok sebesar Rp 20 miliar.

Bagi Amran, musibah tsunami di Palu dan Donggala tersebut juga menjadi musibah bagi Kementerian Pertanian. Di dua wilayah tersebut hampir 60-70% penduduknya bekerja dalam usaha pertanian, terutama perkebunan kakao dan jagung.

Sementara itu Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto mengakui, gempa dan tsunami yang menerpa Palu dan Donggala akan mempengaruhi kondisi pertanian. Namun diperkirakan jumlahnya tidak banyak. “Luas tanam memang akan turun, tapi tidak signifikan. Sampai sekarang saya belum mendapatkan laporan resmi, karena petugas yang memantau perkembangan luas tanam juga kemungkinan masih sibuk mengurusi keluarga mereka,” tuturnya. Yul

Reporter : JULIANTO
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018