Wednesday, 21 October 2026


Kolaborasi Penyuluhan Pertanian di Tapal Batas Indonesia - Malaysia

24 Apr 2021, 17:47 WIBEditor : Ahmad Soim

Kolaborasi penyuluhan di perbatasan Indoensia Malaysia

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan --   Lumbis Hulu memiliki potensi besar dalam bidang pertanian baik pengembangan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, tapi masyarakat dan kelompok taninya sangat perlu dilakukan pendampingan sehingga pemahaman tentang teknis budidaya menjadi lebih baik.  

Lumbis Hulu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara yang ibu kota kecamatannya di Tau Lumbis. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Sabah  Malaysia.

Kolaborasi antara Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Nunukan dengan Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3  Kostrad Pos Lumbis untuk membina masyarakat kelompok tani pertanian terjalin baik.

Kepala DPKP Kabupaten Nunukan, Masniadi mengungkapkan jarak Nunukan ke Kecamatan Lumbis Hulu cukup jauh, pertama menyeberangi laut dengan sped boat menuju Sei Ular waktu tempuh 30 menit, selanjutnya perjalanan darat menyusuri jalanan beraspal ke Mansalong dengan menggunakan mobil sekitar 4 jam.

Dari Mansalong ini kemudian menggunakan Long Boat bermesin gantung gandeng 3, lalu menyusuri jalur sungai yang berarus deras dan berbatu waktu tempuh 6 jam dengan biaya Rp 8 juta untuk pergi pulang (PP). “Setelah menempuh perjalanan sekitar  10 jam  akhirnya kita sampai juga di Lumbis Hulu, memang sepanjang perjalalanan itu luar biasa keindahan alamnya, seperti kita melewati arung jeram,” ujar Masniadi.

Kadis Pertanian ke Lumbis Hulu tidak sendirian tetapi bersama rombangan dari DPKP Nunukan antara lain Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), PPL Kabupaten, Kepala BPP dan PPL Kecamatan Lumbis. Selain itu kehadiran kadis dan rombongan tidak terlepas dari peran Danpos Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3  Kostrad Pos Lumbis bekerja sama dengan para kepala desa dan masyarakat yang ada di Lumbis Hulu.

BACA JUGA:

Selama berada di Lumbis Hulu, 2 hari 3 malam kadis dan rombongan melakukan berbagai macam kegiatan pelatihan di hadapan masyarakat dan kelompok tani antara cara pembutan kompos, teknik budidaya bawang merah dari cara pembuatan bedengan sampai cara persemaian yang baik dan juga dilatih cara budidaya sayuran daun, selain itu juga dilakukan pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan memberikan sejumlah bantuan benih sayuran.

“Masyarakat menyambut luar biasa antusiasnya, ibu-ibu, bapak-bapak dan anak muda semua terlibat dalam pelatihan tersebut, kalau saya melihat seperti Itulah yang perlu kita sentuh, kenapa kita tidak mau melihat orang-orang yang berada di ujung negeri masyarakatnya wellcome sekali, mereka selama ini merasa belum begitu memahami terkait teknis budidaya, biasanya mereka lakukan adalah hanya memenuhi konsumsi keluarga saja, seperti menanam padi ladang, ubi kayu, sayuran apa adanya yang penting bisa hidup, kalau soal pemupukam jauhlah,” ujarnya.

Masniadi menambahkan, untuk itu kita mengenalkan kepada masyarakat bahwa dari alam juga bisa dibuatkan pupuk kandang atau pupuk kompos, bukan hanya teori saja tapi  langsung kita praktikkan cara pembuatannya.

“Selain teknis kultur budidaya saya ada satu filosofi tentang pertanian bahwa pupuk terbaik itu  adalah telapak kaki petani, kenapa saya bilang itu karena kalau kebun atau lahannya jarang didatangi, dengan menggunakan pupuk apapun  pasti tidak akan berkembang, jadi harus sering dilihat dan dikunjungi  otomatis kita mengetahui kekurangan dari tanaman,” imbuhnya.

Masniadi juga menuturkan di Kecamatan Lumbis Hulu ini selain tanaman pangan  dan hortikultura, tanaman kopi juga cocok dikembangkan, apalagi menurut warga setempat tanaman kopi dulu pernah ada tapi ditanam di dekat wilayah perbatasan Malaysia, mereka bilang masih ada jejaknya tapi kopinya tidak terawat lagi, saya sarankan mereka tanam kopi di dekat kampung saja dengan bibit lokal dulu nanti kita suport, karena daerahnya memang berpotensi dan sumber airnya melimpah.

Tapi ia mengakui, belum ada PPL yang bertugas khusus mendampingi dan membina warga dan kelompok tani di Kecamatan Lumbis Hulu,  selama ini hanya PPL yang bertugas di Kecamatan Lumbis (Mansalong) yang diharapkan dapat menjangkau Kecamatan Lumbis Hulu.

“Kalau saya melihat PPL yang ada di Mansalong agak sulit dapat menjangkau desa-desa di sepanjang  sungai, saya memaklumi kalau ada keluhan dari masyarakat, karena biaya untuk ke Lumbis Hulu lumayan mahal dan topografi kita seperti itu, tapi harus ada solusinya, kita minta kepada pihak kecamatan atau desa untuk mengangkat  PPL  swadaya tapi kalau bisa disiplin ilmunya adalah pertanian,” harap Masniadi.

Satgas Pamtas Bantu Lakukan Pendampingan

Satuan tugas pengamanan perbatasan, Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3  Kostrad Pos Lumbis selain bertanggungjawab penuh menjaga perbatasan juga ikut membantu pendampingan terhadap masyarakat dan kelompok tani.

Menurut Danpos Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3  Kostrad Pos Lumbis, Letda Arh Sutrisno Sitakar, S Tr Han mengungkapkan mulai bulan Januari lalu ia mengamati selama sebulan pertama kita lihat apa pencarian utama masyarakat, dari hasil pengamatan kami, masyarakatnya bertani semua akan tetapi belum maksimal, karena mereka itu belum begitu memahami yang namanya penggunaan pupuk, cara pegolahan tanah, cara pembibitan, semua masih serba tradisional.

“Kita sarankan kepada masyarakat untuk membuat kelompok tani tapi kesulitan, karena PPL tidak ada di Lumbis Hulu  adanya di Mansalong, saya bantu fasilitasi akhirnya PPL di Mansalong karena sulitnya menjangkau wilayah Lumbis Hulu meminta tolong dan menyerahkan berkas dan format kepada satgas pamtas untuk membantu pembentukan kelompok tani di Lumbis Hulu,” ujar Sitakar.

Akhirnya terbentuklah kelompok tani Karya Mandiri Arhanud 16 untuk Desa Tau Lumbis Kecamatan Lumbis Hulu kita buatkan berita acara pembentukan serta dokumentasinya. kemudian kami buatkan pelatihan-pelatihan pertanian swadaya dari Pos Pamtas. Sebenarnya sudah ada beberapa kelompok tani lama tapi karena tidak adanya pendampingan akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.

Danpos Sitakar bahkan membantu kelompok-kelompok tani untuk mengajukan proposal bantuan ke Kementerian Pertanian melalui DPKP Kabupaten Nunukan.

“Rencananya kelompok-kelompok tani yang ada di Lumbis Hulu tahun ini akan memperoleh bantuan alsintan dari Kementan berupa 4 unit kultivator dan 4 unit hand traktor,” ungkapnya.

Menurut Sitakar, sebagai gambaran harga bawang merah di Lumbis Hulu berkisar Rp 100.000 sampai Rp 110.000 per kg, makanya kepada  kadis DPKP kabupaten kita minta untuk membantu melatih masyarakat dan kelompok tani untuk budidaya bawang merah.

“Setelah itu kami bukakan lahan, kemudian kami buatkan penyemaiannya, semua bantuan itu sudah kami tanamkan, sudah disemai, dan kami bekerjasama dengan masyarakat, mereka yang mengerjakan bersama kami, kemudian kami mengawasi, kami memberitahukan cara-caranya, sesuai dengan apa yang telah diberitahukan dan dilatih dari DPKP Kabupaten Nunukan,” paparnya.

Harapan kami kedepannya, tujuannya minimal untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, seperti yang tadinya menanam padi ladang berpindah menjadi tanam menetap di areal persawahan karena ada lahan yang bisa atau cocok, sebab nantinya sekitar bulan mei akan datang alat pengolahan lahan seperti hand traktor, semoga hasil tanam padi nya mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga.

“Kemudian tujuan yang kedua, dengan adanya pelatihan budidaya bawang merah tadi, masyarakat tidak lagi membeli bawang dari malaysia, tetapi hasil dari desa sendiri, sehingga nantinya mereka memiliki produk unggulan atau komoditi unggulan, dari daerah mereka misalnya bawang merah Lumbis Hulu,” pungkas Sitakar.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Ibnu Abas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018