
Panen bawang merah di sela tanaman sawit masih muda
TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan -- Kelompok Tani Sekalayan Hulu di RT 09 Desa Sekaduyantaka Kecamatan Sei Manggaris Kabupaten Nunukan panen bawang merah yang ditanam di sela-sela tanaman kelapa sawit yang masih muda.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Nunukan, Sambiyo mengungkapkan merasa senang dengan apa yang sudah dilakukan oleh kelompok tani tersebut.
“Apalagi saya dengar hasil panen bawang merah mereka bisa dijual dengan harga Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kg, tentunya sangat membantu menambah pendapatan petani,” ujarnya.
Tanaman kelapa sawit menurut Sambiyo, termasuk tanaman yang baru bisa menghasilkan atau mulai dipanen berumur sekitar 3 tahunan, selama masa itu tentunya petani harus pandai memanfaatkan lahan yang ada untuk tambahan pendapatan keluarga.
BACA JUGA:
“Melalului PPL kita dorong dan motivasi kelompok tani melakukan sistem tanam tumpang sari antara kelapa sawit dengan bawang merah, kebetulan ada program bantuan untuk pengembangan bawang merah yang berasal dari biji,” katanya.
Pengembangan bawang merah melalui biji ini atau lebih dikenal dengan True Shallot Seed (TSS) menurut Sambiyo, memiliki keunggulan antara lain dapat menekan biaya produksi jika dibandingkan dengan melalui umbi, serta benih dari biji bisa disimpan lebih lama.
Senada dengan Kabid TPH, PPL wilayah binaan Desa Sekaduyantaka, Yusup mengatakan kelompok tani Sekalayan Hulu ini panen bawang merah setelah berumur 70 hari lebih setelah tanam dan ini merupakan panen ke dua di lahan kelapa sawit, luas tanaman bawang merah yang dikembangkan ini seluas 0,3 hektar.
“Rata-rata anggota kelompok tani di sini memilki kebun kelapa sawit yang umurnya beragam, ada yang kategori tanaman menghasilkan (TM) ada yang masih tanaman belum menghasilkan (TBM), sistem tanam tumpang sari antara bawang merah dengan kelapa sawit ini kita sasar di kebun yang masih TBM, sebab pada tahapan ini kelapa sawit masih kecil, perakaran terbatas, panjang dan lebar tajuk daun kelapa sawit juga masih pendek sehingga areal tanah perkebunan masih terbuka,” papar Yusup.
Ia menambahkan, pendampingan terhadap kelompok tani dari berbagai tahapan budidaya bawang merah mulai persemaian hingga panen merupakan salah satu kunci keberhasilan yang tak terpisahkan. “Ada juga kendala yang hadapi saat budidaya bawang merah ini seperti serangan OPT, tapi syukur masih bisa diatasi sehingga tidak begitu berpengaruh tehasil hasil panen,” tutupnya.
===
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/