
FGD Sinar Tani
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- 29 Agustus menjadi tanggal bersejarah bagi Tabloid Sinar Tani. Lahir bersamaan dengan adanya penyuluh pertanian tahun 1970, Tabloid Sinar Tani kini telah memasuki usia 51 tahun.
Perjalanan panjang telah dilalui Tabloid Sinar Tani. Ibarat seseorang, usia di atas 50 tahun merupakan usia matang dalam mengarungi dunia kehidupan. Menembus waktu dari era Orde Baru, masa Presiden Soeharto berlanjut ke era Reformasi hingga Pemerintahan Joko Widodo, Tabloid Sinar Tani tetap menjadi teman setia bagi penyuluh pertanian dan petani.
Komisaris Utama PT. Duta Karya Swasta penerbit Tabloid Sinar Tani, Soedjai Kartasasmita mengakui, seperti dunia bisnis lainnya, Sinar Tani juga sempat mengalami masa kejayaan, namun juga sempat terkena dampak krisis ekonomi tahun 1997-1998. Begitu juga saat pandemi Covid-19.
“Meski banyak perkembangan baru, jangan lupa sejarahnya. Dalam situasi apa pun, kita dukungan langkah Kementerian Pertanian, khususnya penyuluhan. Terutama dalam memberikan informasi maju bidang teknologi,” katanya.
Senator Senior dari Aceh, Abdullah Puteh mengatakan, di era digital semua cepat berubah. Karena itu, Tabloid Sinar Tani tidak boleh berhenti, apalagi mati. “Kita dukung bersama. Pemerintah sekarang tidak punya Kementerian Penerangan, petani tidak dapat informasi seperti dulu. Karena itu, Sinar Tani harus menjadi pawang paling depan memberikan informasi kepada petani,” tuturnya.
Sementara itu, mantan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan mengatakan, dengan kondisi saat ini recovery bisa terwujud dan berjalan cepat tergantung people centre. “Jadi mau bicara apapun, tergantung people centre,” ujarnya.
Karena itu, Rusman menilai, justru era digital ini menjadi peluang bagi Sinar Tani. Dengan masukknya dalam media online menandakan, Sinar tani sudah on the track. Dengan memanfaatkan media digital, Sinar Tani bisa lebih cepat menyampaikan informasi, terkait pembelajaran, pengetahuan dan event mengenai pertanian.
Tantangannya justru, bagaimana Sinar Tani bisa menyampaikan informasi dan bisa dinikmatai petami. Kalau dibagi segmen, maka paling rendah pengetahuain digitalnya adalah petani. “Jadi bagaimana informasi yang ada di Sinar Tani bisa sampai ke petani, melalui penyuluh. Gagasannya sederhan, tapi eksekusinya tidak mudah,” ujarnya.
Perjalanan Panjang
Jika menengok perjalanan sejarah Tabloid Sinar Tani, maka tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mengangkat penyuluh pertanian. Dengan demikian, PPL dan Sinar Tani merupakan dua serangkai yang utuh, karena lahir hampir bersamaan waktunya. Dalam tugasnya PPL dibekali dengan bahan informasi dari Sinar Tani.
Sebagai dua serangkai, Tabloid Sinar Tani dan PPL saling mendukung dan saling mengisi, karena keduanya saling membutuhkan. Sinar Tani menjadi poros atau sumbu penghubung antara aparat (kebijakan), peneliti (teknologi/inovasi), PPL dan petani.
Meski tidak mudah menjangkau ke pembaca di seluruh pelosok Tanah Air, Tabloid Sinar Tani berupaya menemani penyuluh dan petani. Banyak tantangan yang dihadapi, tapi masih tetap ada asa. Di era Industri 4.0 yakni era teknologi informasi media digital, Sinar Tani pun ikut bertransformasi membangun media digital.
Kini Sinar Tani juga hadir dengan media online tabloidsinartani.com. Kehadiran Sinar Tani online ini membuat sinergi dua serangkai, PPL dan Sinar Tani menjadi lebih maksimal membantu memandirikan dan menyejahterakan petani Indonesia.
Alhamdulillah, di tengah putaran informasi teknologi yang kian kencang, Tabloid Sinar Tani masih tetap setia menemani pembaca, penyuluh dan petani di seluruh Tanah Air.
Bagi Sahabat Sinar Tani yang ingin mendapatkan materi dan melihat siaran ulang bisa mengunduh di link berikut.
- Materi FGD Tantangan dan Peluang Sinar Tani di Era Digital
- Sertifikat FGD Tantangan dan Peluang Sinar Tani di Era Digital
- Sertifikat Narasumber FGD Tantangan dan Peluang Sinar Tani di Era Digital-
LINK Youtube :