Wednesday, 21 October 2026


Asa Mereka untuk Sinar Tani

01 Sep 2021, 15:26 WIBEditor : Yulianto

Wajah SInar Tani era 1990-an

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Di era digital tantangan bagi media massa yang selama ini terbit dalam bentuk cetak adalah bagaimana cepat bertransformasi. Begitu juga yang kini dilakukan Tabloid Sinar Tani dengan membangun media online tabloidsinartani.com.

Namun di tengah tantangan tersebut, masih ada peluang ada asa bagi Sinar Tani diusia yang tak lagi muda, 51 tahun.  Berikut ini, harapan dari berbagai kalangan terhadap Sinar Tani yang disampaikan saat FGD Tantangan dan Peluang Tabloid Sinar Tani di Era Digital yang berlangsung virtual, Rabu (1/9).

Mantan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan:

Dengan kondisi saat ini kita harus melakukan recovery. Recovery bisa terwujud dengan tergantung people centre. Mau bicara apapun, tergantung people centre. Saya sangat mendukung seperti penyuluh yang atas pemikiran sendiri dan konsisten membuat konten dalam bentuk digital.

Era digital bagi Sinar Tani adalah peluang. Saya melihat saat ini Sinar Tani sudah on the track dengan memanfaatkan dan menyampaikan terkait pembelajaran, pengetahuan dan event yang perlu disampaikan kepada masyarakat pertanian Indonesia melalui online.

Tantangan justru bagaimana Sinar Tani bisa menyampaikan. Semua hal yang dimuat di Sinar Tani bisa dinikmati petani. Kalau dibagi segmen, petani paling rendah pengetahuan digitalnya. Saya berharap dengan FGD ini Sinar Tani bisa sampai ke petani, melalui penyuluh untuk bisa menikmati berbagai informasi pengetahuan dan kejadian seputar pertanian langsusng ke petani.

Ini mungkin gagasana sederhan, tapi eksekusinya memang tidak mudah. Untuk memudahkan komunikasi yang paling bagus saat ini adalah melalui WAG penyuluh pada level tertentu. Misalnya, e-paper  disebarkan ke anggota penyuluh. Lebih bersyukur lagi kalau kemudian penyuluhnya membuat WAG di petani. Informasi dari Sinar Tani akanlebih cepat dan real time.

Koordinator BPP Lilirilau Soppeng, Sulsel, Tajuddin:

Saya merasakan peran Sinar Tani dalam memberikan informasi inovasi dan teknologi. Saya berharap ke depan tulisan di Sinar Tani banyak memuat ilmu terapan yang mudah dan praktis bisa dilaksanakan petani. Karena saya akui Sinar Tani sebagai sumber teknologi.

Keberadaan Sinar Tani juga dapat memfasilitasi petani, terutama sarana produksi. Kalau kasat mata, sebagai Koordinator BPP, saya melihat petani sudah terampil. Tapi saat ini petani terbentur dalam sarana produksi. Jadi saya berharap Sinar Tani dapat membantu dalam penyederhanaan penyediaan sarana produksi.

Sekjen KTNA, Mohamad Yadi Sofyan Noor:

Sebagai media massa yang konsumennya khusus, saya melihat tidak sulit bagi Sinar Tani beradaptasi dengan teknologi. Untuk itu perlu dikembangkan. Perlu pola bagi Sinar Tani yang konsumennya, penyuluh dan petani. Jika dilihat lahirnya Sinar Tani, penyuluh dan KTNA tidak jauh. Sinar Tani tahun 1970, KTNA tahun 1971. Jadi ibarat saudara yang saling membutuhkan. Sinar Tani bisa menjadi inspirator. Kontennya dapat memotivasi petani, dari hulu hingga hilir. Selamat ulang tahun dan panjang umur. Sampai dunia dan akherat.

Penyuluh Serdang Bedagai, RE. Gultom:

Saya merasa bersyukur. Saya cepat naik pangkat gara-gara Sinar Tani. Dulu saya sering mencontoh tulisan dari Sinar Tani untuk buat karya tulisan dan buku, sehingga saya cepat capai pangkat sekarang sduah 4B. Alhamdullillah Sinar Tani tetap di hati petani. Ke depan, saya menhgusulkan agar Sinar Tani menampilkan narasumber dari seluruh Indonesia agar penyuluh di seluruh Indonesia ikut merasakan. Bahkan Dinas juga menjadi lebih peduli terhadap Sinar Tani.

Ketua Perhiptani Jawa Tengah, Warsana:

Keberadaan dari waktu ke waktu sangat diperlukan, sehingga saya berharap Sinar Tani bisa terbit secara kontinyu. Sinar Tani sangat diperlukan petani, gapoktan dan penyuluh. Karena itu, tulisan yang ada juga memuat informasi dari sumber-sumber daerah.

Mengapa diperlukan? Secara teknologi, tulisan bersifat informasi dan terapan. Terbukti saya menulis peran semut dalam pengendalian kakao, langsung mendapat respon orang yang berprofesi pertanian. Tulisan yang ada di Sinar Tani, termasuk penyuluh dapat memberikan masukkan bagi pemegang kebijakan. Sekali lagi masukkan saya agar Sinar Tani terbit konisten sebagai media komunikasi dari pusat ke petani.

Bagus, Strategic Partner Teknologi Pertanian:

Saya sarankan Sinar Tani melakukan profile siapa pembaca dan disesuaikan stakeholder. Usulkan peran Sinar Tani bukan hanya sebagai tabloid penyuluhan, tapi juga sebagai Hub yang mana dapat menghubungkan stakeholder. Sinar Tani juga sebagai agent of change, bukan hanya informasi tapi konteks lebih luas. Jadi pendekatan yang dilakukan, tabloid ini merujuk ke value change.

Untuk itu saran saya informasinya, bukan hal yang sifat praktis teknis saja. Jadi tidak hanya budidaya, tapi bisa membangun dari hulu hingga hilir, fasilitasi, pengolahan dan pemasaran.

Saya juga mengusulkan tabloidsinartani.com, bukan hanya teks gambar dan video atau link, tapi bisa interaktif, sehingga semua pihak dan stakehlder bisa berkomunikasi. Petani bisa langsung bertanya dan interaktif, Jadi banyak hal yang bisa dikerjakan Sinar Tani. Jargonnya bukan hanya bidang pertanian, tapi juga teknologi pendukung, bibit dan benih, seperti teknologi informasi IoT. Selamat Ulang Tahun Sinar tani.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018