Thursday, 22 October 2026


Penguatan P4S, Pemerintah Berikan Bantuan Peralatan Kerja

22 Sep 2021, 13:27 WIBEditor : Gesha

Penyerahan Bantuan dari PPMKP ke P4S

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) berperan penting dalam pembangunan pertanian khususnya meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. Dukungan pemerintah diwujudkan antara lain dengan bantuan dalam rangka penguatan P4S.

Pemerintah melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian memberikan bantuan kepada sejumlah P4S di tahun anggaran 2021. Untuk Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah, bantuan diserahkan melalui Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi kepada 11 P4S.

Salah satu dari 11 P4S penerima bantuan yaitu P4S Hidroponik Generik di Jl. Manunggal II Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Serah terima bantuan dilaksanakan pada Senin (20/9).

“Menteri Pertanian sangat menekankan pelatihan pertanian khususnya P4S dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Sebagaimana diketahui program Kementerian Pertanian adalah Kostratani, Gerakan Tiga Kali Ekspor (GraTiEks) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), " jelas Kepala PPMKP Ciawi, Yusral Tahir.

Yusral menambahkan, P4S adalah tulang punggung penyuluh ilmu pertanian, khususnya kepada generasi muda. "Kami mengharapkan P4S di DKI Jakarta ini menjadi super team, dengan menjalin kerjasama yang baik, agar petani punya posisi tawar, tidak dipermainkan oleh tengkulak. Ketika petani berproduksi biasanya pemasaran sulit sekali, inilah pentingnya kerjasama antar P4S,“ kata Kepala PPMKP Ciawi, Yusral Tahir.

Untuk diketahui, PPMKP Ciawi membina sebanyak 229 P4S di DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Yang mendapatkan bantuan baru 33 P4S di DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Khusus DKI Jakarta terdapat 37 P4S. Bantuan yang diberikan berupa peralatan kerja seperti laptop, infocus, screen projector, printer, white board, hard disk, meja dan kursi dengan nilai Rp 30 juta, diserahkan secara simbolis kepada Ketua P4S Hidroponik Generik, Hj. Latifah.

“Kami melihat ada keseriusan dari pengurus P4S Hidroponik Generik ini, mereka masuk pada kategori madya. Tingkatan P4S ada muda, madya, dan utama. Perbedaan BPP dan P4S, BPP terikat jam kerja kantor, sedangkan P4S dapat mengadakan pelatihan selama beberapa hari bahkan bisa menginap, tergantung programnya, " jelasnya 

Yusril menuturkan, bantuan ini bermanfaat untuk sarana pembuatan materi pelatihan pertanian berbentuk video, yang bisa direkam dan di up load ke YouTube dan media sosial lainnya. "Karena pelatihan ini sifatnya teknis yang harus dipelajari berulang-ulang supaya benar-benar paham,” kata Yusral.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan,dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas bantuan dari Kementerian Pertanian untuk P4S binaannya.

“Bantuan seperti laptop ini sangat tepat karena di era digitalisasi ini banyak kegiatan secara online. Beberapa dari kelompok kita mungkin masih kekurangan laptop. Bagi saya ini adalah apresiasi dari pemerintah pusat untuk Jakarta Selatan, " tutur Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati.

Eliawati menuturkan, salah satu inovasi DKI Jakarta adalah pengembangan pertanian berbasis ruang, bukan berbasis lahan. Dirinya menambahkan, bantuan alat ini bisa digunakan untuk memposting kegiatan positif di medsos. "Kami selaku pembina dari provinsi dan wilayah di kabupaten dan kota administrasi memberikan pendampingan, motivasi, bantuan baik bibit atau sarana dan prasarana lain, yang terpenting adalah menjaga agar kawan-kawan tetap semangat,“ kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati.

Apresiasi juga disampaikan oleh Suku Dinas (Sudin) KPKP Jakarta Selatan.“Kami sangat apresiasi atas bantuan ini, mudah -mudahan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, P4S ini merupakan tempat pelatihan hidroponik, terimakasih ibu Latifah yang selalu jadi andalan kami dalam berbagai event,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Hasudungan Sidabalok.

Ketua P4S Hidroponik Generik, Hj. Latifah, sangat bersyukur dengan bantuan peralatan kerja ini. “Lebih semangat lagi untuk edukasi pelatihan tentang Urban Farming. Kami ada 10 orang anggota kelompok P4S, selain edukasi juga memproduksi sayuran sesuai dengan permintaan pasar," tuturnya.

Latifah menambahkan, seiring berjalannya waktu kami sudah mengetahui dan mampu mengatur pola tanam dan kapasitas permintaan per minggu sayuran seperti kangkung, bayam, selada, dan sebagainya. "Untuk 1 perumahan saja per minggu bisa mencapai 150 – 200 pax, 6 – 7 jenis sayuran. Lubang tanam hidroponik kami tidak mencukupi, sehingga bermitra dengan penggiat lainnya, kami mengarahkan untuk mengatur pola tanam. Quality control sayuran pun kami lakukan. Kami himbau masyarakat memanfaatkan ruang seperti dinding, gang, dan lain-lain untuk pertanian, demi tercapainya ketahanan pangan,” kata Latifah.

P4S ini juga menyediakan sarana dan prasarana pertanian yang mudah didapatkan masyarakat, serta mengedukasi agar bertani dengan apa yang dipunyai di rumah, sehingga barang bekas pun bermanfaat serta mengurangi sampah, misalnya botol bekas, toples, dan lain-lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018