Selasa, 20 Januari 2026


Inovasi Teknologi Magnet Anak Muda Terjun ke Pertanian

28 Agu 2025, 12:09 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan Tani on Stage yang berlangsung di GWW IPB University, Selasa (26/8)

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor- --Anak muda bukan lagi penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, sektor ini diyakini mampu bertransformasi menjadi lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatn menegaskan, regenerasi petani adalah suatu keharusan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian memiliki komitmen untuk terus membina dan memfasilitasi petani muda. Bahkan kini sudah ada sekitar 300 ribu petani muda di Indonesia

“Petani milenial, pemuda-pemuda, ini terkejut. Sekarang jumlahnya sudah ada 300 ribu. Yang menarik, ada omzet yang sampai Rp10 miliar per tahun. Ini harus dibina, ada juga yang Rp5 miliar per tahun. Kita harus kawal, kita harus bina mereka. Karena mereka-merekalah yang menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah,” kata Amran.

Amran menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas. Dengan dukungan inovasi dan digitalisasi pertanian, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Pesan itu sejalan dengan semangat Tani on Stage (TOS), talkshow yang mempertemukan ide-ide kebijakan, inovasi teknologi, dan antusiasme mahasiswa untuk masa depan pertanian. Mengusung tema “Peran Anak Muda untuk Ketahanan Pangan Bangsa”, kegiatan yang digelar di Graha Widya Wisuda, IPB University, Selasa (26/8), diikuti lebih dari 250 peserta.

Dalam dialog utama, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Dr Suryo Wiyono mengatakan, pertanian modern membutuhkan tiga pilar yakni teknologi, jaringan, dan pendanaan. Bahkan di IPB kini ada Program Studi Smart Agriculture yang mempersiapkan mahasiswa menghadapi pertanian berbasis smart technology dan presisi farming.

“Pertanian jangan hanya dipahami sebatas bercocok tanam. Pertanian mencakup produksi, perencanaan, pembiayaan, distribusi hingga pemasaran. Kata kuncinya adalah inovasi,” ujar Prof. Suryo.

Antusiasme mahasiswa IPB semakin terasa melalui diskusi interaktif. Pertanyaan tentang mekanisasi, ekologis, hingga peluang agribisnis dijawab oleh Prof. Suryo. Ia menegaskan, pertanian modern justru harus selaras dengan prinsip ramah lingkungan.

Mahasiswa juga diajak melihat peluang yang luas, mulai dari smart farming, urban farming, industri benih, jasa alsintan, hingga digital marketing. Sejumlah inovasi mahasiswa—mulai dari media tanam hidroponik berbasis mikroba hingga aplikasi peramalan cuaca otomatis—menjadi bukti bahwa generasi muda bisa memberi solusi nyata bagi ketahanan pangan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian, IPB University, Garuda TV, serta komunitas pemuda dan pelaku usaha agritech. Dengan kemasan ringan dan inspiratif, acara menghadirkan dialog, testimoni petani muda, hingga demo inovasi pertanian modern.

Hadirnya Tani di Panggung di kampus IPB menegaskan pertanian bukan sektor usang, melainkan ruang terbuka bagi anak muda untuk berkreasi. Semangat mahasiswa yang memenuhi Graha Widya Wisuda menjadi optimisme baru: ketahanan pangan Indonesia ada di tangan generasi muda.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018