
Anak Muda Cilacap Belajar Bertani Sayuran di Desa Menganti
TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap --- Permintaan sayuran segar yang terus meningkat setiap hari di wilayah Kota Cilacap menjadi peluang menjanjikan bagi petani hortikultura.
Salah satu sentra budidaya sayur yang tengah berkembang adalah Dusun Nusatengah, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.
Berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, selada, lembayung, terong, hingga cabai dibudidayakan oleh para petani setempat.
Letaknya yang hanya berjarak puluhan kilometer dari pusat kota menjadikan distribusi hasil panen ke pasar maupun rumah makan di kota semakin mudah dan efisien.
Potensi inilah yang turut mendorong minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Hal ini terlihat dari antusiasme para pemuda mengikuti program magang usaha tani yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Berkah, Desa Menganti.
Program ini diikuti oleh 28 peserta muda yang akan menjalani magang selama 45 hari, terhitung sejak 15 September hingga 15 November 2025.
Salah satu peserta, Tiar Ikwani, mengaku mengikuti program ini untuk menambah wawasan dan pengalaman di bidang pertanian.
Bersama rekannya, Nesi Agesti I., ia ingin membangun inovasi pertanian yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Magang ini jadi langkah awal saya setelah lulus kuliah. Orang tua saya petani, dan kami punya lahan yang sudah ditanami sayur. Saya ingin mengembangkan potensi itu dengan pendekatan baru,” ungkap Tiar.
Ia berharap, setelah magang selesai, bisa langsung memanfaatkan lahan keluarga sebagai tempat praktik budidaya sayuran secara mandiri.

Tiar pun berencana memasarkan hasil panennya langsung ke rumah makan agar harga lebih stabil dan permintaan lebih konsisten.
Ketua P4S Berkah, Kartinah, menjelaskan bahwa seleksi peserta magang cukup ketat, dengan kriteria utama berusia di bawah 40 tahun dan diprioritaskan lulusan perguruan tinggi.
“Dari banyak pendaftar, terpilih 28 orang. Mayoritas masih berusia di bawah 30 tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kesugihan, Lanjar Ayu Dwiharni, menyambut baik antusiasme anak muda terhadap pertanian.
Ia menegaskan bahwa bertani, khususnya menanam sayuran, bukanlah hal yang sulit selama ada kemauan.
“Bertani itu sebenarnya bisa dilakukan siapa saja. Kuncinya kemauan dan niat belajar,” ujarnya.
Dalam program ini, peserta tidak hanya belajar teori tetapi juga praktik langsung, termasuk pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif ramah lingkungan untuk pengendalian hama.
Lanjar berharap, setelah program berakhir, para peserta bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
“Ilmu yang mereka dapatkan bisa ditularkan kepada teman sebaya. Ini penting untuk menumbuhkan semangat bertani di kalangan generasi muda,” pungkasnya.