Thursday, 22 October 2026


Azmil, Presenter Berbakat dari Forum Kakao Aceh

26 Sep 2021, 14:20 WIBEditor : Gesha

Azmil

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh  -- Kemampuan berkomunikasi dengan hadirin dari berbagai macam latar belakang, kunci menjadi presenter yang baik. Seperti yang dilakukan oleh presenter berbakat dari Forum Kakao Aceh, Azmil. 

"Sebenarnya ilmu komunikasi itu mudah dipelajari bisa dengan mengikuti kursus singkat atau dengan cara praktek langsung. Namun jika ingin mendalaminya secara detil harus di bangku kuliah, " ungkap Azmil. 

Sebelum berkecimpung di forum kakao Aceh (FKA) dan menjadi presenter, Azmil bekerja di beberapa NGO internasional seperti Uni Eropa, Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) dan terakhir di UNDP. "Waktu bekerja di UNDP saya pernah ditugaskan di Nias," tutur Azmil Umur kepada tabloidsinartani.com.

Kesannya bekerja di NGO UNDP pernah ke Myanmar dan dengan FKA meninjau pabrik coklat Port Klang di Malaysia dalam rangka studi banding. 

Pria tampan berkulit putih yang fasih bahasa Inggris dan Arab ini tampil memukau saat menjadi presenter pada pertemuan forum kakao di Hotel Hermes, Banda Aceh (21/9/21).

Akibat kepiawaiannya itu, tahun 2011 - 2014 mengantarkan dirinya dikontrak dalam program acara Dialog di stasiun Aceh TV. "Saya pernah mewawancarai mantan Sekjen Kementan Pak Momon saat beliau menjabat sebagai Kapus Penyuluhan, Prof Ahmad Suryana Kabadan Litbang Pertanian dan Dr. Nur Mahmudi Islmail di beberapa kunjungan mereka ke Aceh," kenangnya bangga.

Praktisi komunikasi yang belajar secara otodidak ini juga pernah memfasilitasi Acara Dialog Aceh TV dengan hampir semua Kadis di Aceh dan sejumlah pejabat luar derah yang berkunjung ke tanah rencong. "Termasuk agenda berskala nasional yang paling monumental pagelaran Penas di Aceh tahun 2017," kenangnya.

Kini kegiatannya di bidang humas (presenter) total tidak aktif dan terhenti akibat Pandemi Covid-19 mewabah.

Anak sulung dari 5 bersaudara kelahiran Lhokseumawe 16 Maret 1979 ini telah banyak menghasilkan artikel tentang Kakao. Sebelum menjadi pengurus, sebagai manajer di FKA, Azmil kala itu sering memfasilitasi kegiatan forum dan terlibat kerjasama dengan Swiss Contact dan Pemerintah Derah.

Mengaku berasal dari keluarga guru dan sejak SMA sudah hijrah ke Banda Aceh. Alumni S1 dan S2 UIN Ar Raniry Banda Aceh jurusan bahasa Arab dan memantapkan bahasa inggis dengan mengkuti kursus juga otodidak karena bekerja di NGO asing wajib berbahasa inggris aktif. 

Dari pernikahan dengan gadis cantik asal Pidie, Nuna. ia telah dikaruniai seorang putri bernama Kenzi Shabira. "Alasan memberi nama anaknya dengan bahasa Jepang, diharapkan kelak jika ia tumbuh dewasa tidak hanya anggun tapi juga bisa lebih bijaksana," tuturnya berfilosofi. 

Dengan segala keterbatasan kepengurusan di FKA hendaknya dapat memberikan kontribusi sekecil apapun yang bermanfaat bagi masyarakat. "Saya melihat minat masyarakat, khususnya anak muda terhadap coklat semakin tinggi. Jadi selain kopi sebagai tanaman unggulan, kakao juga bisa menghasilkan produk olahan menjadi primadona di Aceh," harapnya.

Untuk para milenial, dirinya berpesan untuk hilangkan image bahwa pertanian tidak ada masa depan. "Melalui dukungan pemerintah saat ini kita tak boleh lengah, perlu membuat program berkelanjutan untuk jemput bola. Masa depan itu sebenarnya ada di tangan kita" timpalnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018