Friday, 01 July 2022


Camilan Sehat dari Minyak Sawit Merah Persembahan Darmono

20 May 2022, 21:33 WIBEditor : Yulianto

Salmira, minyak sawit merah produk hasil penelitian Darmono | Sumber Foto:Dok. Darmono

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Menemukan teknologi produksi minyak sawit merah hingga menjadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh sebagai bentuk persembahan Darmono Taniwiryono kepada bangsa Indonesia yang  merupakan negara nomor satu penghasil minyak sawit di dunia.

Ketika masyarakat dunia, khususnya Eropa dan AS berkampanye negatif terhadap sawit, bagi Darmono sawit justru menjadi bagian hidupnya. Pensiunan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia Badan Litbang Pertanian ini kini menjadi Ketua Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI).

Dirinya menilai minyak sawit merah alami bisa untuk mengatasi kekurangan gizi masyarakat Indonesia. Ekstrak minyak sawit merah sangat tinggi kandungan Vitamin A. Selain itu juga mengandung nutrisi berupa kandungan omega 9, omega 6 dan little omega3, mengandung Betakaroten dan Vitamin E.

Minyak sawit merah dapat dikonsumsi langsung atau ditambahkan pada makanan yang masih hangat sebelum disajikan dan disantap,” katanya. Bahkan menurut Darmono, tradisi mengonsumsi olahan minyak sawit merah telah dimulai semenjak 5.000 tahun lalu dengan teknik ekstraksi sederhana di Afrika.

Sayangnya selama ini minyak sawit merah alami yang kaya nutrisi belum termanfaatkan secara maksimal di Indonesia. Di Indonesia, minyak sawit merah alami bisa dipakai sebagai campuran minyak makan. “Dengan kandungan vitamin dan gizi yang ada pada minyak sawit merah dapat menjadi solusi permasalahan stunting yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Darmono bercerita, saat berkunjung ke Afrika dirinya melihat masyarakat setempat mengonsumsi minyak sawit merah yang tidak melalui proses rafinasi dan deodorisasi. Dari situ saya lihat orang Afrika jarang menggunakan kacamata,” katanya.

Campuran Makanan dan Minuman

Dengan potensi minyak sawit merah tersebut dan melihat manfaatnya sangat besar mendorong Darmono yang kemudian mendirikan PT. Nutri Palma Nabati itu mencoba mengolah dan mencampurkan dalam berbagai produk makanan dan minuman.  Ia mencontohkan, mie instan dapat diberikan tambahan minyak sawit merah. Begitu juga sebagai ditambahkan ke kue kering, kue basah, dan kopi susu.

“Virgin Red Palm Oil atau minyak sawit merah juga dapat ditambahkan ke makanan dan minuman,” ujarnya. Dari uji laboratorium, Darmono mengungkapkan, kue kering yang menggunakan Virgin Red Palm Oil mengandung betakaroten sebesar 45 IU, karena vitamin E tahan terhadap suhu tinggi.

Hingga saat ini saya pun membuat olahan kue kue kering maupun basah dari bahan dasar minyak sawit merah. Alhamdulillaah sudah banyak permintaannya,” kata Darmono yang kini mengembangkan produk olahan pangannya dengan brand Salmira.

Darmono mengatakan, dirinya kini sudah mengembangkan produk kue basah yakni lapis sawit dan brownies. Ada juga bingka singkong yang bahan dasarnya dari minyak sawit merah.

“Karena terkendala keawetan bahan masakan ini lebih pendek umurnya atau daya tahannya tidak lama, sehingga kami tidak buat banyak,” katanya. Bagi yang ingin mencoba menurut Darmono hanya bisa pesan dadakan. Jadi ketika ada yang pesan, baru diproduksi.

Sementara jenis kue kering yang Darmono produksi adalah brownies crispy original, oatmel cookies, choco almond cookies, brownies crispy ginger. Semua makanan itu berbasis minyak sawit merah alami. Semua gluten free dan menggunakan gula merah. Ada juga yang tidak pakai butter. Yang jelas kami hanya mengandalkan minyak sawit merah,” ungkapnya.

Darmono menilai, kreasi kue kering dan basah yang mengandung betakarotin sawit ini menjadi satu alternatif camilan sehat. Bahkan ke depan masyarakat memiliki banyak alternatif untuk bisa mengonsumsi betakarotin yang cukup. “Prospek kue kering dan kue basah sehat itu sangat bagus, karena masyarakat memerlukan camilan sehat,” katanya.

Dengan kandungan betakarotin tinggi dan vitaminnya, camilan berbahan dasar minyak sawit merah menurut Darmono sangat bagus untuk ibu-ibu yang mengandung atau menyusui. Begitu juga bagi orang yang beraktivitas tinggi.

“Pernah ada testimoni, orang yang sebelumnya sulit mempunyai anak, kemudian mengonsumsi minyak sawit merah kini bisa punya anak,” tambahnya. Kue kering berbahan dasar minyak sawit merah itu ternyata bisa menjadi peredaman benjolan kanker. Bahkan kanker bisa kempes dalam waktu 8 minggu.

“Saya coba analisis ke salah satu lab dari hasil analisis itu ditemukan masih ada betakarotin dengan kandungannya sekitar 30-35 ppm,” katanya. Penelitian kue kering berbahan dasar minyak sawit merah juga sudah dilakukan Departemen Gizi Masyarakat IPB University.

Bagi yang berminat, Darmono mengatakan, sudah dijual secara online. Untuk kue basah harganya Rp. 40.000, sedangkan Lapis dan Bingka sawit harganya Rp  45.000/boks. “Saya ingin usaha ini berkembang karena kita kan perlu untuk mengatasi stunting. Kalau melihat itu prospeknya besar, peluangnya bagus. Masyarakat Indonesia juga jauh lebih sehat dengan makanan yang sehat,” tambahnya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018