Monday, 08 August 2022


Izuddin, Produksi 200 ribu Bibit Sawit Bersertifikat di Aceh Tamiang

27 Jun 2022, 09:51 WIBEditor : Gesha

Izuddin (baju cokelat kedua dari kanan) | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang --- Ketersediaan bibit sawit saat ini menjadi salah satu faktor penentu dalam usaha di sektor perkebunan. Kabupaten Aceh Tamiang sendiri memiliki beberapa penangkar bibit sawit bermutu dan bersertifikat, salah satunya Izuddin. 

Bibit unggul dan bermutu sangat berpengaruh pada produksi dan produktivitas kelapa sawit. Melihat peluang ini, alumni Fakultas Pertanian USK, Banda Aceh tahun 1992 bernama Izuddin fokus menghasilkan bibit sawit bersertifikat untuk wilayah Aceh Tamiang. 

Berkat usaha dan kerja kerasnya, kini ia telah mengantongi izin penangkar dan mengelola lahan pembibitan seluas 9 hektar di desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Selama 2 tahun beroperasi kata Izuddin, dirinya telah menghasilkan 200 ribu bibit kelapa sawit. "Sekitar 120 ribu bibit telah mendapatkan label biru Sertifikat Mutu Benih (SMB) yang dikeluarkan oleh tim UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Distanbun Aceh," bebernya.

Izuddin yang merupakan putra tokoh masyarakat setempat menuturkan, bibit bersertifikat yang dihasilkan, kecambahnya berasal dari beberapa sumber seperti PPKS Marihat dan PT. London Sumatera Plantation (Lonsum).

Sebagian besar bibit yang dihasilkan sambungnya, digunakan mensuplai kebutuhan bibit untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) BPDPKS yang dilaksanakan di Aceh Tamiang sejak tahun 2018. 

Selain itu, mereka juga menyalurkan ke beberapa wilayah yaitu Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur bahkan hingga kabupaten Langkat, Sumatera Utara. "Kami juga melayani jika masyarakat membutuhkan bibit sawit unggul dapat menghubungi nomor Whatsapp. 0811681858," ujarnya berpromosi.

Pada awalnya, pihak koperasi yang melaksanakan program PSR BPDPKS membeli bibit yang berasal dari penangkar bibit yang berada di Sumatera Utara, namun dalam beberapa kasus terdapat permasalahan terkait dengan kualitas bibit yang diterima karena tidak sesuai dengan standar mutu bibit yang diharapkan petani. 

Belajar dari pengalaman ini, pihaknya kemudian memutuskan untuk membangun penangkar bibit di tingkat lokal untuk memastikan bahwa bibit yang nantinya akan disalurkan kepada petani peserta program dapat lebih terjamin kualitasnya serta petani dapat melihat sendiri ke lokasi penangkaran bagaimana kondisi bibit yang akan disalurkan kepada mereka.

"Pembibitan ini seluruhnya dikelola oleh tenaga ahli yang merupakan putra Aceh Tamiang yang telah memiliki kompetensi dan pengalaman banyak dalam pengelolaan pembibitan kelapa sawit di berbagai perusahaan," timpalnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018