Sunday, 07 June 2026


Petani Milenial Kalipare Menembus Taiwan, Purwanto Siap Kuasai Teknologi Perbenihan Modern

05 May 2026, 02:29 WIBEditor : Gesha

Purwanto (tengah depan berbaju Tosca) petani milenial Kalipare, lolos magang Taiwan dan bersiap mendalami teknologi perbenihan modern demi memajukan pertanian desa.

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Purwanto (29), petani milenial Kalipare, lolos magang Taiwan dan bersiap mendalami teknologi perbenihan modern demi memajukan pertanian desa.

Kisah inspiratif datang dari Desa Kalipare, Kabupaten Malang. Seorang petani milenial, Purwanto (29), sukses menembus program magang ke Taiwan dan siap mendalami teknologi perbenihan modern yang selama ini dinilai masih tertinggal di Indonesia.

Keberangkatan Purwanto pada 4 Mei 2026 menjadi momen penting, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Kalipare. 

Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Malang Raya dalam Program Magang Taiwan batch kedelapan, sebuah capaian yang langsung menyita perhatian publik dan komunitas petani muda.

“Bismillah saya berangkat, mohon doa dari keluarga besar dan teman-teman semua,” ujar Purwanto dalam pesan singkatnya jelang keberangkatan.

Perjalanan menuju Taiwan bukan hal mudah. Dalam waktu singkat, Purwanto harus menuntaskan berbagai persyaratan administratif, rekomendasi berjenjang, hingga restu keluarga. 

Ia juga melewati fase pembekalan intensif selama satu bulan di Bogor, yang menguji kesiapan mental, bahasa, hingga kedisiplinan.

Langkah Purwanto mengikuti program ini bukan tanpa alasan. Selain faktor gaji dan pengalaman internasional, ia melihat peluang besar untuk menyerap teknologi pertanian maju, khususnya di bidang perbenihan (seedling).

Bidang ini menjadi fokus utamanya selama magang di Taiwan. Selama ini, Purwanto dikenal aktif di sektor hortikultura, khususnya budidaya melon hidroponik berbasis greenhouse di BUMDes Desa Kalipare. 

Latar belakang ini menjadi modal kuat untuk mengembangkan inovasi setelah kembali ke tanah air. “Ini tantangan besar. Saya ingin fokus belajar teknologi perbenihan yang lebih modern dan nanti bisa diterapkan di desa,” katanya.

Kesuksesan Purwanto mengikuti jejak seniornya, Amirul Husen, yang lebih dulu magang di Taiwan dan kini kembali membangun pertanian inovatif di Kalipare. 

Fenomena ini memperlihatkan bahwa program magang luar negeri bukan sekadar bekerja, tetapi menjadi jalan transformasi petani muda menuju pertanian modern.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kalipare pun menyambut positif capaian ini. Mereka menilai keikutsertaan petani muda dalam program internasional menjadi kunci regenerasi sektor pertanian yang selama ini menghadapi tantangan serius.

“Setiap tahun selalu ada petani muda Kalipare yang berangkat ke luar negeri. Ini bukti bahwa semangat inovasi terus tumbuh,” ujar perwakilan BPP.

Purwanto kini memikul harapan besar. Tak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan petani milenial yang siap bersaing di level global.

Di tengah krisis regenerasi petani, langkah berani seperti ini menjadi angin segar. Dari Kalipare ke Taiwan, Purwanto membuktikan bahwa petani muda Indonesia mampu menembus batas dan siap membawa pulang ilmu untuk masa depan pertanian yang lebih maju.

Reporter : Kiswanto Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamata
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018