
Aktif berorganisasi sekaligus berprestasi, Zahwa Bilbina Bilqis, mahasiswi Polbangtan Bogor, sukses meraih penghargaan Young Ambassador Agriculture 2026.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Aktif berorganisasi sekaligus berprestasi, Zahwa Bilbina Bilqis, mahasiswi Polbangtan Bogor, sukses meraih penghargaan Young Ambassador Agriculture 2026.
Berawal dari aktivitas organisasi dan kepedulian terhadap dunia pertanian, Zahwa Bilbina Bilqis, mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Polbangtan/PEPI, dan Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026.
Mahasiswi asal SMA Negeri 1 Tamansari tersebut dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan kepemimpinan mahasiswa.
Di lingkungan kampus, Zahwa dipercaya sebagai Koordinator Komisi II Legislasi Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Polbangtan Bogor).
Ia juga aktif berkontribusi dalam Forum Mahasiswa Kedinasan (FMKD) Jakarta Raya) pada Bidang Kemitraan dan Hubungan Eksternal.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi bekal bagi Zahwa dalam mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta membangun jejaring kolaborasi.
Kemampuan itu kemudian ia buktikan melalui kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa pertanian terbaik dari berbagai perguruan tinggi vokasi pertanian di Indonesia.
Ajang Young Ambassador Agriculture 2026 diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) pada 19–21 Mei 2026 di Ciawi, Bogor.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Pertanian dalam mencetak generasi muda pertanian yang memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi publik, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
Keberhasilan Zahwa menjadi salah satu penerima penghargaan dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Polbangtan Bogor mampu bersaing di tingkat nasional.
Prestasi ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi pertanian tidak hanya membentuk mahasiswa yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan kesiapan menghadapi tantangan sektor pertanian modern.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mempercepat regenerasi petani dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Menurut Mentan Amran, pertanian saat ini telah berkembang menjadi sektor strategis yang membutuhkan sumber daya manusia unggul, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi.
"Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat," ujar Amran.
Ia menambahkan, petani muda harus menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, efisien, dan berbasis teknologi.
"Petani muda adalah masa depan pertanian Indonesia. Mereka harus menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, efisien, dan berbasis teknologi," katanya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan regenerasi petani harus dilakukan melalui penguatan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di wilayah masing-masing.
"Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing," ujar Arsanti.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menilai keberhasilan mahasiswa dalam berbagai ajang nasional menjadi indikator bahwa pendidikan vokasi pertanian tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter.
"Kami berharap Polbangtan Bogor tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga membangun karakter yang kuat. Dengan karakter yang baik, mereka akan memiliki semangat untuk terus berkarya dan mengawal pembangunan pertanian Indonesia," ujarnya.
Menurut Amin, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Karena itu, perguruan tinggi vokasi pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi penyuluh pertanian, petani modern, technopreneur, maupun pelaku agribisnis.
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon mengatakan capaian Zahwa menjadi bukti bahwa mahasiswa Polbangtan Bogor memiliki daya saing dan mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya dalam berbagai ajang nasional.
"Harapan kami ke depan, Polbangtan Bogor terus berinovasi melalui karya-karya mahasiswa. Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja maupun dunia usaha, memiliki daya saing tinggi, serta memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan sektor pertanian," ujar Yoyon.
Menurutnya, tantangan regenerasi petani harus dijawab melalui pendidikan yang mampu membentuk lulusan dengan kompetensi teknis, jiwa kewirausahaan, karakter kuat, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian.
Dalam rangkaian kegiatan Young Ambassador Agriculture 2026, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan seperti kepemimpinan, public speaking, personal branding, hingga strategi komunikasi pertanian di era digital.
Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan para duta pertanian dalam menyampaikan pesan pembangunan pertanian kepada masyarakat luas.
Prestasi Zahwa Bilbina Bilqis menjadi bukti bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi mampu mengembangkan kapasitas diri dan berkontribusi nyata bagi sektor pertanian.
Melalui pencapaian ini, Polbangtan Bogor semakin memperkuat perannya dalam mencetak generasi muda pertanian yang profesional, inovatif, dan siap menjadi pelopor transformasi pertanian Indonesia menuju swasembada pangan.



