Tuesday, 07 July 2020


Bantu Petani, UPJA Tangan Usaha Tani Jadi Penggerak Ekonomi Desa

05 May 2020, 15:03 WIBEditor : Yulianto

UPJA Tangan Usaha Tani di Cilacap | Sumber Foto:Wasis

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap---Kehadiran Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dirasakan menjadi penggerak perekonomian desa, terutama dalam pengelolaan jasa alsintan. Salah satunya UPJA Tangan Usaha Tani di Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap.

UPJA yang sudah sekitar tiga tahun beroperasional ini telah banyak membantu petani memberikan pelayanan jasa alsintan dalam kegiatan budidaya pertanian. Misalnya, penyiapan lahan dalam pengolahan tanah, penanaman sampai pasca panen yang lebih efesien dan ekonomis.

Koordinator Lapanagan (Korlap) sekaligus Operator Combaine Harvester UPJA Tangan Usaha Tani, Ali Masduki mengatakan, tiap musim panen ia menggarap lahan padi sekitar 14 hektare (ha). Terbagi menjadi musim panen tahap I seluas 10 ha dan musim panen tahap II sekitar 4 ha.

"Alat mesin panen membantu pasca panen petani agar cepat selesai memanen padinya. Dengan harapan mempercepat musim tanam berikutnya,” katanya.

Menurut Ali, untuk jasa memanen padi menggunakan combine harvester, pihaknya menyesuaikan jasa panen pada umumnya. Misalnya, jika hasil panen padi mendapatkan 7 kuwintal, maka jasa panen sebanyak 1 kuwintal.

Ali mengatakan, pengelola UPJA Tangan Usaha Tani selalu mengadakan pertemuan dengan petani dua kali tiap tahunnya. Peserta pertemuan dihadiri Gapoktan se-Kecamatan Kedungreja, baik yang memiliki alsintan traktor pribadi atau yang menerima bantuan dari pemerintah. Hasil pertemuan dituangkan dalam rencana kegiatan musiman, dari mulai kegiatan percepatan pengolaghan tanah sampai panen.

Koordinator Penyuluh Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kedungreja Kabupaten Cilacap, Parjo mengatakan, UPJA Tangan Usaha Tani hingga kini telah menerima bantuan pemerintah berupa hand traktor, power tresher, pompa air dan combaine harvester. Bagi semua kelompok tani penerima bantuan pemerintah menjadi anggota UPJA Tangan Usaha Tani," katanya.

Sedangkan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Cilcap, Sigit Widayanto menjelaskan, secara bertahap menyosialisasi dan memperkenalkan kepada masyarakat petani mengenai penggunaan alsintan ini. Setelah petani mengetahui manfaat dan kelebihannya diharapkan penggunaan mesin panen akan makin banyak peminatnya.

"Mudah-mudahan penggunaan alsintan akan semakin meluas dan diminati petani. Sehingga hasil panen yang didapat lebih bagus, bersih, berkualitas dan dengan persen kehilanagan yang relatif kecil," harapnya.

Menurutnya, dalam pengelolaan alsintan ada lima komponen biaya yang perlu dipikirkan. Diantaranya, biaya pengadaan alsintan, biaya operasional (BBM dan mobilisasi alsintan,) biaya operator bagi tenaga operator mesin, biaya pemeliharaan (oli, baut-baut, servis dan biaya penyusutan alsintan).

Sigit berpesan, agar prosentase masing-masing biaya disepakati pengurus dan anggota UPJA. Kelima hal biaya tersebut diperhitungkan dan diadminitrasikan dengan baik oleh pengurus sebagai catatan bahan evaluasi kinerja UPJA," ujarnya. Wasis  

 

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018