Monday, 10 August 2020


Percepat Tanam, Petani Sambas Manfaatkan KUR

29 May 2020, 16:28 WIBEditor : Yulianto

Petani Sambas sedang menanam padi | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas---Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu program pemerintah untuk membantu permodalan petani. Dengan adanya program tersebut, petani di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk modal percepatan olah tanam pada musim tanam kali ini.

Seperti diketahui, sektor pertanian mendapat alokasi KUR sebanyak Rp 50 triliun. Dana ini bisa dimanfaatkan petani di seluruh Indonesia untuk modal usaha, seperti membeli sarana produksi.

Taisin, Koordinator PPL di BPP Kecamatan Selakau mengatakan,  sesuai data yang masuk pada tahap awal, jumlah yang terialisasi dan memenuhi syarat untuk pemanfaatan fasilitas KUR ada sekitar 20 ha yang terbagi di beberapa desa di Kecamatan Selakau. Kecamatan Selakau sendiri mempunyai luas lahan baku pertanian seluas 4.663 ha, hingga Mei ini luas tanam untuk padi sawah seluas 4.197 ha.

Kegiatan KUR ini bekerjasama dengan Bank BNI, Asuransi Jasindo dan PT. Shandong Agro Perkasa yang dalam hal ini sebagai penyedia sarana produksi bagi petani.  Syarat mendapat KUR pertanian cukup mudah. Petani hanya diharuskan memiliki lahan garapan produktif, rancangan pembiayaan anggaran dan sejumlah syarat untuk kepentingan kelengkapan administrasi,” katanya.

Tidak hanya pemanfaatan fasilitas KUR, Taisin mengatakan, kegiatan ini nantinya akan dikombinasi dengan penerapan teknologi pertanian yang tepat guna. Dengan  demikian, petani bisa belajar langsung dan nantinya bisa memberikan manfaat, serta keuntungan bagi petani itu sendiri.

Suriyanto, Ketua Gapoktan Usaha Bersama, Desa Sungai Daun, Kecamatan Selakau mengakui, KUR dengan bunga 6 persen dan tanpa anggunan ini sangat membantu petani untuk pengembangan usaha tani. Apalagi untuk mendapatkan KUR  persyaratannya tenyata cukup mudah dan tidak dipersulit.

Selain itu petani juga mendapatkan keringanan membayar. Cicilan dapat dibayar dan boleh dicicil pada saat produk pertanian sudah menghasilkan.  “Program KUR ini sangat membantu kami di tengah pandemi Covid-19 agar usaha percepatan tanam dapat segera kita mulai,” ujar Supriyanto.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo juga mendorong petani untuk memanfaatkan KUR dalam usaha tani.  “Sektor pertanian tidak boleh goyah akibat Covid-19. KUR ini juga sebagai upaya agar dampaknya tidak sampai memukul perekonomian petani,” ujarnya.

Selaras dengan hal tesebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pangan adalah masalah yang utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa, di mana petani harus tetap semangat tanam, olah dan panen.

“Hal ini membuktikan pertanian tidak berhenti di tengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” papar Dedi.


Reporter : Agusmanto/ Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018