Kamis, 09 Februari 2023


TANIAKUR, Dorong Tani Milenial Akses KUR

09 Nov 2022, 07:29 WIBEditor : Yulianto

Milenial yang mendapatkan KUR | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu program pemerintah memberikan kemudahan modal bagi pelaku usaha, tak terkecuali yang bergelut di bidang pertanian. Bahkan berbagai upaya pun dilakukan untuk mendekatkan dan membuka akses permodalan kredit bersubsidi tersebut.

Jika menengok serapan KUR Pertanian 2021, track record-nya bisa terbilang cukup apik, seiring dengan kemudahan akses yang pemerintah berikan. Misalnya, Tahun 2020, akses KUR mencapai 1,9 juta debitur dan realisasi kredit Rp 55,30 triliun (110,62 persen) dari target Rp 50 triliun. Pada tahun 2021 mencapai 2,6 juta debitur dan realisasi kredit Rp 85,61 triliun (122,31 persen) dari target Rp 70 triliun.

Sedangkan target KUR pertanian tahun 2022 sebesar Rp 90 triliun dan hingga sekarang sudah terealisasi hingga 19 Agustus 2022, serapan KUR Pertanian tembus di angka Rp70,3 triliun.  Karena itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pun berharap, KUR dapat mendongkrak kinerja pertanian, khususnya di tahun anggaran 2022, seiring dengan upaya penguatan produksi pangan, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian tersebut.

Untuk mendongkrak serapan KUR, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kini mendorong petani milenial mengakses KUR dengan Program Petani Milenial Akses KUR (TANI AKUR). Melalui program ini diharapkan dapat mempermudah akses petani milenial terhadap pembiayaan dari perbankan penyalur KUR dan akan berdampak pada meningkatnya produktivitas sektor pertanian nasional.

"Agar mereka tidak ragu lagi untuk terjun dalam samudera bisnis Pertanian melalui kemudahan KUR yang menjadi penggerak bisnis mereka, " ucap Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi. Karena itu, Prof Dedi melihat TANI AKUR ini menjadi strategi tepat dalam membangun wirausaha muda pertanian melalui akses KUR.

Prof. Dedi berharap petani milenial dapat memanfaatkan fasilitas permodalan ini untuk menunjang dan memperbesar usahanya. Dengan demikian, dapat memberi dampak nyata bagi pembangunan pertanian di wilayahnya dan petani disekitarnya. Menurut catatannya, hingga April 2022, sudah ada 35 ribu petani milenial yang mengakses KUR untuk memperbesar usaha agribisnisnya, dengan akses mencapai Rp 1 Trilliun.

Prof Dedi mengakui meningkatnya akses KUR oleh para milenial ini lantaran Kementerian Pertanian terus memberikan kemudahan bagi mereka. Tak hanya itu, beragam pelatihan terkait akses KUR juga kerap dilakukan Kementan. Mulai dari pembuatan dan praktek proposal pengajuan KUR dengan pelatih langsung dari Himpunan Bank Negara (Himbara), pembuatan laporan keuangan, dan lainnya. 

Sementara itu Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Idha Widi Arsanti mengatakan peningkatan akses KUR pada petani milenial akan mendorong pertumbuhan UMKM sektor pertanian. Namun diakui, tantangan ke depan adalah bagaimana mengimplementasikan dan memperluas (scale up) akses KUR, agar dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh milenial untuk mengembangan entrepreneurship di sektor pertanian.

MoU dengan Perbankan

Saat sarasehan petani milenial di Bumi Perkemahan Ragunan, 29 Agustus lalu, Kementerian Pertanian pun telah menandatangai kerjasama dengan lembaga pembiayaan. Diantaranya, BPD Sumatera Selatan dan Babel, BPD Sulawesi Barat, BPD Jawa Barat-Banten, BPD Kalimantan Selatan, BPD Jatim, BPD Sulawesi Barat dan Pegadaian.

Direktur Konsumer Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim, R. Arief Wicaksono mengatakan, bagi warga Jawa Timur khususnya profesi petani dapat memanfaatkan kemudahan akses pembiayaan/permodalan yang diberikan Bank Jatim melalui program TANI AKUR. Dengan program tersebut diharapkan petani milenial dapat menunjang kebutuhan operasionalnya untuk meningkatkan hasil produktivitas agribisnis, sehingga memberi dampak nyata bagi pembangunan pertanian dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Menurutnya, layanan perbankan yang diberikan Bank Jatim tidak terbatas hanya dalam kemudahan akses fasilitas permodalan, namun nantinya juga akan dilakukan pendampingan dan pembinaan terkait kredit yang telah diberikan. Fasilitas layanan tersebut merupakan komitmen Bank Jatim dalam mendukung pertumbuhan wirausaha muda pertanian dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dalam bidang pertanian.

“Kemudahan akses permodalan melalui program TANI AKUR yang diberikan Bank Jatim diharapkan dapat dimanfaatkan petani milenial untuk kebutuhan operasional sehingga dapat meningkatkan hasil agribisnisnya,” ujar Arief Wicaksono.

Selain itu, bagi petani milenial yang merupakan binaan Kementerian Pertanian, Bank Jatim berkomitmen memberikan kemudahan layanan perbankan untuk menunjang produktivitas dan memberi dampak dalam pertumbuhan ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Salah satu pengusaha pertanian millenial yang telah mengembangkan usahanya melalui KUR adalah Muhammad Husni Thamrin. Ia menjelaskan, bagaimana awal mula  pengembangan usaha melalui KUR yang diberikan Kementan, khususnya dalam pengembangan usaha dalam sektor peternakan sapi.

Ia melihat, pertanian dan peternakan di Kalimantan Selatan akan sangat menjanjikan dan menguntungkan. Sebab, ke depan Ibu Kota Negara akan pindah ke Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan sebagai provinsi tetangga harus mampu mencukupi dan sebagai penyangga kebutuhan pangan bagi IKN baru ini.

“Saya mengajak petani yang ada di Kalimantan Selatan mengakses KUR ini karena nantinya dapat mengembangkan usaha pertanian. Kalimantan Selatan bisa menyuplai kebutuhan pangan di IKN baru di Kalimantan Timur,” tuturnya

Reporter : Saptorini (Pusdiktan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018