Kamis, 09 Februari 2023


Petani Bojonegoro Belajar Pengendali OPT Ramah Lingkungan  

29 Nov 2022, 11:51 WIBEditor : Yulianto

Petani Bojonegoro belajar budidaya padi ramah lingkungan | Sumber Foto:BBPP Ketindan

 

TABLOIDSINARTANI, COM, Malang---Hama dan penyakit tanaman menjadi ‘tamu’ yang kerap datang saat musim tanam tiba. Pengendalian ramah lingkungan, kini menjadi alternatif bagi petani untuk menghalau organisme pengganggu tumbuhan.

Sebanyak 19 orang dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tulus Widodo, Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Selasa pada 22/11/2022 melaksanakan kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan untuk belajar pembuatan pengendali hama nabati.

Mereka juga belajar pengelolaan organisasi (Poktan/Gapoktan) terutama dalam pengelolaan dana Pengembangan Usaha Agribisnis pertanian (PUAP) dan teknologi budidaya tanaman padi ramah lingkungan.  Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor di Aula Mahkota Dewa.

Salah satu materi teknologi budidaya padi ramah lingkungan disampaikan Dewi Melani, Widyaiswara di bidang hama dan penyakit yang dilanjutkan dengan praktek pembuatan pestisida nabati berbahan dasar tumbuh-tumbuhan. Materi lainnya, pembuatan asap cair sebagai salah satu teknologi tepat guna yang dapat diaplikaiskan mengendalikan walang sangit, wereng, tikus, dan burung pada tanaman padi.

“Petani juga kami ajarkan membuat pil KB tikus sebagai salah satu upaya untuk mengurangi populasi tikus yang saat ini menjadi hama utama padi berbasis tanaman gadung,” kata Dewi.

Menurut Dewi, materi pengendalian hama penyakit dan pembuatan pestisida nabati secara umum, dapat menjadi alternatif pengendalian organisme penganggu tumbuhan (OPT) yang aman dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan berdaya saing dan dapat diminati pasar, baik untuk pemenuhan kebutuhan lokal maupun ekspor. 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kegiatan  ini  dapat  membekali  petani  dalam  meningkatkan kompetensi di bidang budidaya tanaman secara umum, khususnya tanaman padi,” kata Dewi.

Seperti diektahui, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi kerap mengatakan, bahwa BPPSDMP memiliki tiga program aksi yang harus dilakukan yaitu Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan. 

“BPPSDMP mempunyai tiga pilar untuk menggenjot SDM yang professional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausaha serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani, mampu menyediakan pangan bagi 267 jiwa, dan mampu meningkatkan ekspor,” katanya.

Artinya kata, prof. Dedi, SDM Pertanian yang akan memberikan kontribusi terbesar didalam mencapai tujuan pembangunan pertanian. Untuk itu BPPSDMP harus mampu mendorong dan menghasilkan generasi muda pertanian yang maju, mandiri dan modern yang diwujudkan melalui Kostratani yang pusat gerakannya ada di tingkat kecamatan

 

Reporter : Dewi Melani/ Yeniarta  
Sumber : BBPP Ketindan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018