Thursday, 22 October 2026


Bank Mandiri Nyaman Salurkan KUR dengan Skema Close Loop

09 Dec 2022, 03:48 WIBEditor : Yulianto

Skema Cloose Loop Bank Mandiri

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Penyaluran KUR Pertanian oleh perbankan terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Salah satunya Bank Mandiri yang mencatat penyaluran KUR Pertanian sebesar Rp 10,08 triliun hingga Oktober 2021.

Vice President Micro Development & Agent banking Group Bank Mandiri, Toto Suprihadi mengatakan, terjadi peningkatan penyaluran KUR di sekor pertanian pada tahun 2022. Dari total Rp 20,53 triliun penyaluran KUR Sektor Produksi Bank Mandiri tahun 2022, sektor pertanian mendomasi dengan 29,34 persen atau sekitar Rp 10,08 triliun.

Dibanding tahun 2021 dengan jumlah penyaluran KUR pertanian sebesar Rp 9,93 triliun, penyaluran KUR Pertanian tahun ini naik signifikan. Ditunjukan dengan jumlah penyaluran pada Oktober 2022 sudah Rp 10 triliun lebih. “Kita harapkan di akhir tahun 2022 penyaluran KUR sektor pertanian diperkirakan mencapai Rp 12 triliun,” ujarnya.

Toto menjelaskan, syarat penerima KUR Bank Mandiri sebagian besar sama dengan bank lainnya. Namun yang membedakan ialah penerima KUR dapat menerima kredit secara bersamaan dengan catatan penyaluran bank yang sama dalam hal ini Bank Mandiri. Misalnya, meski masih memiliki tanggungan kredit KPR dan kredit kendaraan masih boleh meminjam KUR dengan jaminan surat keputusan pensiun dan lain sebagainya.

Menurutnya, ada beberapa manfaat yang diterima pihak yang terlibat dalam penyaluran KUR. Diantaranya, perusahaan inti akan mendapat kualitas hasil panen terjaga, jaminan ketersediaan bahan baku produksi, dan menekan harga bahan baku produksi karena tidak melalui tengkula.

Bagi petani manfaat yang diterima ialah penyaluran kredit disesuaikan dengan kebutuhan petani, pembiayaan diwujudkan dalam bentuk bibit, pupuk, dan saprotan lainnya, serta petani memiliki jaminan pembelian atas hasil panennya. “Sedangkan untuk Kelompok Tani manfaat yang didapat ialah meningkatkan kesejahteraan anggota dan menjembatani penyediaan pembiayaan,” ungkapnya.

Dalam penyaluran KUR,  Bank Mandiri memiliki skema Close Loop untuk komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung  dan tebu. Dengan skema ini menurut Toto, petani bisa benar-benar melakukan budidaya dengan sebaik-baiknya, memperoleh pendampingan dan jaminan pembelian hasil produksi dengan harga yang sesuai, sehingga tidak merugikan petani.

“Terkait off-take, kami di Bank Mandiri punya debitur corporate sangat banyak dan ini kita maksimalkan. Kita menggarap value chain dari debitur corporate existing yang ada di Bank Mandiri  yang terkait dengan sektor pertanian, sehingga adanya jaminan pembelian dengan system close loop ini,” tuturnya.  

Toto menambahkan, Bank Mandiri selalu berusahaa untuk membuat suatu ekosistem ketika akan membiayai satu komoditas seperti padi atau jagung. “Jadi kita create sebuah ekosistem ada petani, kemudian ada toko tani sebagai agen saprotan, kemudian ada trader untuk menyerap hasil panen, lalu ada pabrik pakan ternak, lalu ada peternak ayam,” ujarnya.

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018