Thursday, 22 October 2026


Share Green Kenalkan Pengendali Hama Ramah Lingkungan

18 Dec 2024, 16:23 WIBEditor : Yulianto

Seo Youn Kyung , CEO ShareGreen Co., Ltd., bersama tim hama dari Balai Pengembangan Pertanian Provinsi Chungcheongnam (Dr. Yongseok Choi) dan Ketua Asosiasi Cabai Indonesia (ACI), Abdul Hamid saat berkunjung ke Gapoktan Mujagi di Cianjur

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur---Bagi petani di Indonesia salah satu kendala utama dalam budidaya pertanian, khususnya tanaman sayuran adalah hama dan penyakit. Sebagai negara tropis, Indonesia memang menjadi ‘rumah’ bagi organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Guna mengatasi serangan hama dan penyakit, petani cenderung menggunakan pengendali kimia, bahkan pemakainya kadang berlebihan. Hal tersebut justru berdampak buruk bukan hanya pada lingkungan, tapi juga manusia.  

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Ilyas Muzawir mngakui, banyak petani menggunakan pestisida kimia yang justru berbahaya bagi lingkungan dan petani. Karena itu, diirnya berharap ada produk pengendali hama yang aman, bukan hanya untuk tanaman, tapi juga bagi manusia.

“Jadi buat apa hasil panen bagus, kalau orang yang mengonsumsi sayuran sakit,” katanya. Karena itu, sebagai penyuluh, Ilyas berharap ada produk pengendali hama yang bukan hanya aman bagi manusia tapi juga ramah lingkungan.

Ketua Gabungan Kelompok Tania (Gapoktan) Multi Tani Jaya Giri (Mujagi) di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Suhendar juga mengakui, petani banyak mengeluhkan dalam budidaya sayuran, terutama masalah hama dan penyakit seperti hama kutu kebul, trips dan tungao.

“Jika petani bisa mengatasi hama dan penyakit tersebut, saya yakin kualitas produk yang dihasilkan akan lebih baik. Jadi kami berharap ada teknolog yang dapat memperbaiki budidaya tanaman maupun kesehatan produk yang dihasilkan petani,” kata Suhendar.

Saat diskusi dengan CEO ShareGreen Co, Ltd, Seo Youn Kyung dengan perwakilan Provinsi Chungcheongnam, Korsel yang berkunjung ke lokasi pertanian sayuran Gapoktan Mujagi di Cianjur, Senin (2/12), petani sayuran di Kecamatan Pacet banyak mengeluhkan serangan hama penyakit.

Pada kesempatan itu hadir juga Dr. Yongseok Choi dari Balai Pengembangan Pertanian Provinsi Chungcheongnam yang meraih gelar doktor di bidang Entomologi dari Departemen Biologi Pertanian. Dr. Yongseok adalah seorang ahli entomologi yang telah melakukan penelitian di bidang hama pertanian selama lebih dari 25 tahun sejak memulai karirnya di sektor publik melalui Balai Pengembangan Pertanian Provinsi Chungcheongnam pada tahun 1999.

Untuk menjawab persoalan tersebut, salah satu perusahaan Korea Selatan, ShareGreen Co., Ltd memperkenalkan kepada petani Indonesia pengendali hama ramah lingkungan, bahkan juga ramah manusia. Nama produknya adalah SG01 dan SG10. Produk yang disebut obat ini diujicobakan terbatas di lahan petani yang bernaung di Gapoktan Mujagi dan uji labortaorium di IPB University.

Produk dari Bahan Alami

Seo Youn Kyung mengatakan, ShareGreen Co., Ltd., bekerja sama dengan tim hama dari Balai Pengembangan Pertanian Provinsi Chungcheongnam (Dr. Yongseok Choi), mengembangkan penambah efek pengendalian hama pertama di Korea yang menggunakan tanaman asli, dan memiliki teknologi terkait yang dipatenkan. Selain itu, produk ini tidak hanya mengendalikan hama secara aman dan efektif dengan bahan-bahan alami yang diperoleh dari alam, tetapi juga berkontribusi dalam melindungi lingkungan pertanian dan menyelesaikan masalah resistensi obat pada hama.

“Untuk melawan hama tanaman, banyak negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia menggunakan pestisida kimia yang bisa menyebabkan toxic atau berbahaya bagi petani,” katanya. Bahkan di Korea sebelumnya juga hampir sama dengan negara ASEAN lainnya, tapi kini masyarakat telah memikirkan kesehatan dan keamanan lingkungan.

Produk SG10 merupakan hasil penelitian untuk menciptakan produk tanaman yang aman bagi kesehatan. Kini ShareGreen Co., Ltd telah meluncurkan produk terbarunya, yakni SG10.yang merupakan agens pengendali hama alami yang efektif melawan hama utama seperti kutu kebul rumah kaca, serangga sisik, tungau, dan hama lainnya. Termasuk juga penyakit tanama seperti embun tepung. “Jadi SG merupakan agen pengendalian hama yang mengendalikan hama dan penyakit di waktu bersamaan,” kata Seo.

Produk SG10 terbuat dari bahan-bahan alami yang diekstraksi dari tumbuhan asli dan aman bagi tubuh manusia dan lingkungan. Produk yang ramah lingkungan tersebut dapat membantu petani meningkatkan produktivitas dan melindungi lingkungan sebagai alternatif pestisida kimia.

“Melalui teknologi yang dipatenkan, ShareGreen telah mengembangkan penambah efektivitas yang memiliki efek insektisida dan sterilisasi. Bahkan dinilai sebagai teknologi inovatif yang mengatasi keterbatasan pestisida kimia yang ada. Kami menyebutnya sebagai obat tanaman,” kata Seo.

Berdasarkan teknologi Layanan Penelitian dan Penyuluhan Pertanian Korea, produk ini menunjukkan efisiensi tinggi melalui metode pengendalian fisik yang menghalangi saluran pernafasan hama dan tindakan insektisida yang mengganggu sistem saraf. Produk SG10 juga sudah diujicobakan di IPB Univeristy, salah satunya untuk hama sasaran Bemisia tabaci (kutu kebul)

Hasilnya, angka kematian setelah 24 jam rata-rata: 75,6 persen, kematian setelah 48 jam rata-rata: 88,8 persen kematian setelah 72 jam rata-rata 94,1 persen. ”Dengan hasil penelitian ini, kita harapkan petani bisa dan mau menggunakan produk organik dan dimanfaatkan untuk pertanian. Indonesia kondisi lahannya bagus, dengan bantuan ‘obat’ ini bisa menjadikan pertanian Indonesia yang bisa ekspor,” tuturnya.

Reporter : Tim Sinta
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018