Senin, 19 Agustus 2019


Menuai Untung, UPJA Tani Mandiri Mampu Beli Alsintan Sendiri

10 Apr 2019, 21:02 WIBEditor : Gesha

pengelola UPJA Tani Mandiri, Abidin bersama Direktur Alsintan, Andi Nur Alam | Sumber Foto:INDARTO

Alsintan bantuan Kementan tersebut dimanfaatkan melalui sistem sewa pakai kepada petani yang membutuhkan. Alhasil, usaha sewa alsintan terus berkembang. Bahkan, combine harvester yang disewakan ke petani sudah tembus sampai ke Kabupaten Ende.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar --- Sewa alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang dikembangkan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Tani Mandiri di Desa Madapanda, Kecamatan Madapanda, Kabupaten Sikka, NTT sudah menuai untung. Bahkan, dari hasil sewa alsintan tersebut manajemen UPJA Tani Mandiri saat ini bisa membeli alsintan secara mandiri.

"Sebelumnya kami mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Karena alsintan tersebut kami kelola dengan baik dan menghasilkan, akhirnya kami saat ini bisa beli sendiri combine harvester dan traktor roda 2. Jadi kami bisa beli sendiri, tanpa lagi berharap adanya bantuan, " kata pengelola UPJA Tani Mandiri, Abidin disela pertemuan Apresiasi, Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan yang digelar di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (10/4). 

Abidin mengungkapkan ketika mengembangkan UPJA mendapat bantuan combine harvester dan traktor roda 4, traktor roda 2 dan pompa air. Alsintan bantuan Kementan tersebut dimanfaatkan melalui sistem sewa pakai kepada petani yang membutuhkan.

Alhasil, usaha sewa alsintan terus berkembang. Bahkan, combine harvester yang disewakan ke petani sudah tembus sampai ke Kabupaten Ende. "Jadi alsintan kami tidak ada yang menganggur. Malah kami dapat penghasilan, " ujar Abidin.

Dirinya juga mengakui, modernisasi pertanian yang dikembangkan Kementan di bawah kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman berdampak nyata terhadap pembangunan pertanian di daerah pinggiran. Bantuan alsintan seperti combine harvester (mesin panen padi) traktor roda 4, transplanter (alat tanam padi), cultivator dan pompa air telah memajukan pertanian di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Abidin program mekanisasi pertanian mampu meningkatkan pendapatan petani dan mempercepat proses tanam, bahkan meningkatkan minat masyarakat untuk bertani. Contohnya, pengolahan lahan dengan traktor roda 4, hanya membutuhkan biaya Rp 850 ribu per ha.

Apabila petani menggunakan traktor roda 2 hanya membutuhkan biaya Rp 1,5 juta per ha. " Petani hanya sedikit keluarkan biaya. Waktu tanam bisa lebih cepat. Tidak lagi berhari- hari, tapi cukup 2 -3 jam saja, " ujarnya.

Berkat program alat dan mesin pertanian yang dilakukan Kementan bisa membangkitkan pertanian di daerah. "Dulu pertanian di daerah kami yang dikenal tertindas, sekarang sudah modern. Sudah seperti di Jawa, " ujar Abidin.

Bantuan Meningkat

Direktur Alsintan Kementan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, bantuan alsintan pada 4 tahun terakhir mengalami peningkatan. Tercatat, total bantuan alsintan lebih dari 350.000 unit. "Peningkatan jumlah alsintan ini juga mampu mendorong meningkatkan indeks mekanisasi pertanian dan akan mampu meningkatkan kecepatan dalam pengolahan lahan, penanaman dan pemanenan," kata Andi Nur Alam Syah.

Pria yang akrab disapa Nur Alam ini menegaskan, Kementan terus melakukan pengawasan peredaran dan pendaftaran alsintan. Kemudian terus memperkuat kelembagaan untuk mengelola alsintan yang ada di masyarakat, yakni melalui UPJA dan Brigade Alsintan.

“Untuk mempercepat pengembangan kelembagaan alsintan maka kelompok penerima bantuan alsintan diwajibkan untuk membentuk UPJA atau Brigade Alsintan, " pungkas Nur Alam. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018