Senin, 16 September 2019


Lima Tahun, 2.962 Unit Embung Terbangun

22 Mei 2019, 06:34 WIBEditor : Yulianto

Embung di Pangandaran akan dimanfaatkan untuk budidaya ikan hingga pariwisata | Sumber Foto:HUMAS DJPB

Pengembangan embung bukan hanya untuk tanaman pangan, tapi juga mendukung upaya peningakatan produksi komoditas hortikultura dan perkebunan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Embung ibarat bank air yang menampung air saat musim hujan dan dapat dimanfaatkan saat musim kemarau. Untuk menyokong peningkatan produksi komoditas pertanian, sejak lima tahun terakhir sebanyak 2.962 unit embung telah terbangun.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, dengan jumlah embung yang terbangun sebanyak 2.962 unit, jika estimasi luas layanan embung, dam parit, long storage seluas 25 ha, maka potensi akan mampu memberikan dampak pertanaman seluas 73.850 hektar (ha).

Bila dapat memberikan dampak pada kenaikan IP 0,5, maka akan terjadi penambahan luas tanam 36.930 ha dan penambahan produksi padi sebesar 384.020 ton,” katanya di Jakarta, Selasa (21/5).

Sarwo mengatakan, pengembangan embung bukan hanya untuk tanaman pangan, tapi juga mendukung upaya peningakatan produksi komoditas hortikultura dan perkebunan. Setidaknya ada 39 unit embung untuk komoditas hortikultura dan perkebunan. Jika diestimasikan per unit embung dapat melayani luas areal 10 ha, maka luas areal yang dapat pelayanan air di musim kemarau seluas 390 ha.

Sedangkan pengembangan embung untuk mendukung peternakan sebanyak 5 unit. Jika diestimasikan per unit embung melayani 10 ha, maka luas areal hijauan makanan ternak yang dapat di airi sebanyak 50 ha. “Kita harapkan dengan adanya embung, tidak lagi dikenal musim kemarau, karena akan selalu ada air,” katanya.

Irigasi Pompa

Lebih lanjut Sarwo mengungkapkan, pemerintah juga selama 3 tahun terakhir  (2016 – 2019) meningkatkan irigasi perpompaan. Total kegiatan irigasi perpompaan selama 3 tahun tersebut sebanyak 2.358 unit.

Dengan estimasi luas layanan per unit seluas 20 ha, luas areal yang dapat diairi saat musim kemarau seluas 47.160 ha. Perhitungannya, jika berdampak pada penambahan IP 0,5, maka akan terjadi penambahan luas tanam 29.780 ha dan penambahan produksi padi sekitar 154.850 ton.

Sedangkan irigasi perpompaan untuk mendukung komoditas hortikultura dan perkebunan telah dibangun sebanyak 429 unit. Dengan estimasi per unit seluas 10 ha, maka luas areal yang dapat diairi pada musim kemarau seluas 4.290 ha.

Sedangkan irigasi perpompaan mendukung komoditas peternakan, khususnya populasi ternak ruminansia telah dibangun sebanyak 322 unit. Dengan estimasi 1 unit perpompaan dapat melayani kebutuhan air 10 ekor ternak, maka terdapat 3,220 ekor ternak yang terjamin ketersediaan air minum dan sanitasi kandang. “Kegiatan  perpompaan ini juga untuk membantu fasilitasi ternak, termasuk ketersediaan pakan,” ujar Sarwo.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018