Rabu, 22 Mei 2019


Sebentar Lagi, Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani Andalan Digelar

16 Peb 2019, 11:54 WIBEditor : Gesha

Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan akan diadakan di Purwakarta | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Purwakarta --- Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani Andalan akan menjadi agenda besar yang dinanti penyuluh pertanian dan petani andalan di Indonesia. Khusus di Purwakarta, acara tersebut akan ada 10 ribu peserta dari seluruh Indonesia yang berkumpul tanggal 27 Februari 2019.

Menuju kesana, Rapat Koordinasi Kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani Andalan dilakukan Jum'at (15/2) di Purwakarta.

Rapat dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Momon Rusmono, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Bustanul Arifin Caya, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah, Kepala Dinas Pertanian Kab. Purwakarta Agus Suherlan.

Termasuk perwakilan dari Ditjen Hortikultura, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Perkebunan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Badan Litbang Pertanian, Badan Karantina Pertanian, Biro Umum, Biro Humas dan Informasi Publik, BB Padi, BBPP Lembang, Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, dan Dinas Pertanian Kabupaten Subang.

Agenda rapat kali ini membahas tentang nama kegiatan, tema, waktu dan lokasi, agenda kegiatan, sasaran dan distribusi peserta, CPCL penerima bantuan, sarana dan prasarana, pembiayaan perlengkapan, penanggung jawab, daftar undangan dan rencana tindak lanjut.

Hasilnya, Kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani Andalan menuju Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045 ini mengambil tema “Temu Teknis Penyuluh dan Petani untuk Mewujudkan Petani Hebat, Maju, dan Makmur”.

Dengan lokasi  di Tajug Gede Cilodong, Desa Cibungur Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta tanggal 27 Februari 2019.

Dalam kegiatan tersebut juga akan dilakukan Gerakan Tanam Padi Gogo dengan 98 Varietas Padi, Launching Ekspor Manggis ke China, Pemberian Bantuan Ternak, Benih Padi, Benih Manggis, dan Alsintan.

Peserta sendiri akan terdiri dari petani/peternak, penyuluh pertanian, rumah tangga miskin, santri tani, Siswa-siswi SMK Pertanian, hingga mahasiswa pertanian.

“Untuk kegiatan Gerakan Tanam Padi Gogo, saya minta Badan Litbang sebagai koordinatornya, maka BBPP Lembang sebagai penanggung jawab UPSUS wilayah Purwakarta silakan berkoordinasi dengan BB Padi. Untuk launching ekspor manggis, koordinatornya Ditjen Hortikultura," jelas Momon.

Sedangkan untuk kegiatan pemberian bantuan, sasarannya adalah rumah tangga miskin dan santri tani milenial.

Reporter : Ema
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018