Selasa, 27 September 2022


Olahan Susu Amirul, Oleh-Oleh Desa Pujon Kidul

23 Agu 2022, 14:00 WIBEditor : Herman

KOntributor Sinartani Bersama Amirul Mutaqin Produsen Olahan Susu Sapi | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Pujon Malang --- Desa Wisata Pujon Kidul di Kabupaten Malang terkenal sebagai daerah penghasil susu sapi. Bukah hanya susu segar, saat ini masyarakat Pujon Kidul juga membuat berbagai produk olahan susu sapi yang menjadi ciri khas desa tersebut.

Adalah Amirul Mutaqin, seorang warga Pujon Kidul yang mengembangkan berbagai produk olahan dari susu sapi. Sama seperti penduduk Pujon Kidul yang kebanyakan berprofesi sebagai peternak, Amirul juga memanfaatkan potensi susu sapi segar di desa tersebut untuk diolah menjadi berbagai varian produk.  

“Awalnya dari sebuah konsep desa wisata dari Kepala Desa, saya berpikir kalau ada wisatawan ke Kota Batu pasti membawa olahan makanan dan minuman dari apel, sedangkan kita di daerah Pujon Kidul ini backgroundnya peternak dan hasil ternak melimpah, kita berpikir membuat olahan dari bahan susu dan sudah berjalan sekitar 12 tahun,” ungkap pria yang terjun ke usaha olahan susu sapi sejak 2010 ini.   

Produknya tidak hanya susu cair, namun sudah merambah ke produk lain seperti stik susu, yogurt, permen susu, kuping gajah, kemudian carang mas dari apel, dan es krim.

 

“Kita bergerak di bidang ini karena jiwa peternak dan petani sudah mengakar, kita bergerak di bidang industri UKM kreatif ini yang tidak jauh-jauh dari dunia peternakan dan pertanian dan saya memberi inspirasi untuk generasi muda bahwa petani dan peternak ini bisa menjadi wirausaha,” tuturnya.  

Dalam memproduksi berbagai olahan susu sapi, Amirul dibantu 8 orang karyawan, yang sebelum pandemi berjumlah 15 orang. Produk olahan susu sapi yang dibuat, di suplay ke BUMDES yang ada di Desa Pujon Kidul.  

“Kita suplay ke BUMDES untuk kemudian dipasarkan kepada para wisatawan yang datang. Tujuannya agar mereka ingat dengan kita melalui produk kita, akhirnya akan membawa mereka untuk kembali lagi, terlebih lokasinya dekat dengan tempat wisata Cafe Sawah,” ujarnya.

Bahan baku yang digunakan adalah susu segar dari indukan sapi yang baru melahirkan. Selain hasil perah sendiri, Amirul juga menampung susu sapi dari masyarakat sekitar.

 

“Awalnya susu tersebut terbuang, jadi yang diminum anakan sapi itu hanya 2 liter, sisanya terbuang tidak diterima dijual ke koperasi dan itu yang kita manfaatkan. Kita juga beli dari masyarakat Rp 3 ribu per liter jadi ada nilai tambah dari situ,” tambahnya.

Proses pemerahan susu sapi di Desa Wisata Pujon Kidul masih manual, yaitu menggunakan tangan-tangan yang terlatih dan terampil. Untuk menghasilkan susu berkualitas, maka proses pemerahan pun harus diperhatikan kebersihannya.  

Sebelum mulai memerah susu, tangan harus dicuci bersih dahulu menggunakan sabun, satu perasan demi perasan susu mengalir ke ember yang berada tepat di bawahnya. Ketika sapi sedang diperah, sangat tidak disarankan untuk berada di belakangnya, karena sapi bisa menendang ke belakang hampir seperti kuda.

“Jadi posisikan yang aman di samping sapi yang sedang diperah, sapi juga dilarang untuk disentuh saat sedang diperah kecuali bagian susunya, hal ini untuk menjaga sapi tidak merasa terganggu,” tambahnya.

 

Amirul menjual produk olahan susu sapi secara offline kepada para wisatawasn yang berkunjung ke desa wisata Pujon Kidul. Selain itu juga melakukan titip jual ke toko oleh-oleh yang berada di Kota Batu Malang.

“Adanya industri olahan susu ini bisa menolong para peternak, yang bila dahulu susu yang dihasilkan terbuang saat ini bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Karena produk susu ini rentan bakteri, maka jika ingin meningkatkan pemasaran harus mempunyai ijin edar dari BPOM. Selain itu usaha yang dijalankan Amirul juga diawasi oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Harapan kita yang bergerak pada industri UMKM, semoga keadaan pandemi ini segera berlalu supaya pasar bertambah luas, produksi bertambah, dan karyawan bertambah bisa normal kembali 100 persen,”pungkasnya. 

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018