Wednesday, 17 August 2022


Yuni Produksi Jamu Instan Tinggal Seduh

05 Aug 2022, 16:31 WIBEditor : Herman

Jamu Instan Mutiara | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSIANRTANI.COM, Batu Malang – Kebiasan minum jamu setiap hari menjadi ide tersendiri bagi Yuni untuk terjun ke usaha pembuatan jamu. Walau dibuat di rumah, dengan peralatan sederhana dan bahan baku yang didapat dari sekitar kediaman namun jamu instan Mutiara bisa menopang perokonomian keluarga.   

Minum jamu setiap hari ternyata masih menjadi rutinitas sebagain besar masyarakat. Karena itu, tidak heran bila jamu menjadi salah satu usaha yang masih memiliki pasar yang besar.  

Hal tersebit tidak disiasiakan Yuni, ibu rumah tangga asal Kota Batu, Malang ini. Yuni yang biasanya membuat jamu hanya untuk kebutuhan sendiri, namun sejak 4 tahun lalu ia mulai membuat jamu untuk dipasarkan ke masyarakat.  

Dengan menonjolkan produk jamu instan, Yuni membuat berbagai produk jamu siap seduh yang dikemas menarik. Jamu bubuk yang dibuatnya terdiri dari jamu instan kunyit, kunyit putih, jahe, jahe merah, kencur, dan temulawak.

 

“Disini belum ada yang menjual jamu tradisional yang dikemas secara modern dan disajikan instan. Jamu ini praktis sehingga orang yang ingin minum jamu bisa langsung seduh dan mudah dibawa ke mana saja, kelebihan produk kami pada kemudahan konsumsinya juga lebih memudahkan orang untuk minum jamu hanya tinggal menyeduh saja,”paparnya. 

Yuni membuat jamu istan di rumah dengan mengunakan peralatan sederhana dan seadanya. Seperti tumbuk dan wajan, bahannya pun berasal dari sekitar rumah dan tanpa bahan pengawet,  

Ada empat jenis bahan yang digunakan dalam memproduksi jamu instan. Diantaranya jahe, jahe merah, temulawak dan kunyit. Selain itu juga ada bahan lain sepeerti gula, padan dan sereh.  

Untuk membuatnya setelah bahan-bahan disiapkan lalu dilanjutkan dengan membersihkan bahan tersebut. Bila sudah, dilanjutkan dengan diblande dan langkah selanjutnya adalah melakukan pemerasan agar didapkan sari dari rempah yang dibutuhkan.

Sari rempah-tersebut lalu di endapkan lalu dimasak dengan api kecil lebih kurang selama 1 jam bersama gula sambil diaduk terus hingga airnya menyusut.

 

Bila sudah mengental apa kembali dikecilkan dan tunggu hingga menggumpal seperti Kristal.  

“Jalau ada yang gumpalan-gumpalan yang agak besar diblender kemudian diayak lagi,”tuturnya.

Dengan adanya jamu instan, menyeduh jamu tidak perlu lagi ditambahkan gula, karena dalam proses pembuatannya jamu ini sudah dicampur dengan gula. 

 

“Selain gula, juga ada tambahan rempah-rempah seperti kayu manis, serai, dan daun pandan. Harga produk jamu tradisional ini sangat bersahabat, untuk jahe instan hanganya antara Rp 12-16 ribu,”tambahnya. 

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018