Friday, 26 February 2021


KKP Beri Bantuan Paket Olahan Ikan ke Raja Ampat

18 Nov 2020, 14:53 WIBEditor : Indarto

Bantuan olahan ikan | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Gemar Makan Ikan yang selama ini digaungkan oleh KKP.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sorong---Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi bantuan sebanyak 250 paket produk olahan ikan dan 100 masker selam  ke Desa Arborek, Kabupaten Raja Ampat. Bantuan dikirim menggunakan kapal pengawas milik Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP. Perjalanan dari Sorong ke Arborek diperkirakan memakan waktu 5 jam.  

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Sorong, Papua Barat, menyatakan, ingin membantu masyarakat pesisir yang membutuhkan. Bahkan, Menteri Edhy meninjau langsung isi bantuan memastikan kondisinya layak untuk diberikan ke masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy juga berinteraksi dengan awak kapal pengawas dan meminta mereka untuk selalu turun tangan membantu masyarakat pesisir.   "Tugas kita membantu masyarakat nelayan. Jangan kendor," ujarnya, di Sorong, Rabu (18/11).

 

Menteri Edhy menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Gemar Makan Ikan yang selama ini digaungkan oleh KKP. Diharapkan, bantuan itu mendorong masyarakat pesisir lebih produktif sebab ikan yang mereka hasilkan juga bisa diolah menjadi produk lain, seperti kerupuk. 

 

Selain melepas paket bantuan, Menteri Edhy melepas praktik laut taruna Sekolah dan Politeknik Usaha Perikanan Sorong. Menteri Edhy juga meminta taruna untuk fokus dan tetap memperhatikan keselamatan serta kesehatan selama berada di laut.

  

Dengan praktik laut ini, diharapkan lulusan sekolah perikanan siap turun ke dunia kerja. Tidak sebatas menjadi pegawai atau pekerja, tapi menjadi pelaku usaha perikanan.

 

"Modalnya nanti KKP bantu melalui BLU LPMUKP maupun KUR. Yang penting kalian punya semangat untuk maju," ujarnya.

 

Praktik laut yang diikuti oleh puluhan siswa tersebut akan berlangsung selama 20 hari. Mereka diawasi oleh para pembimbing selama praktik berlangsung.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018