Jumat, 12 Juli 2024


Breeder Tembus Ekspor?Contohlah Kabupaten Bogor

25 Jul 2023, 04:20 WIBEditor : Gesha

Koperasi Breeder Ikan Hias di Kabupaten Bogor | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --  Ajakan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki agar breeder ikan hias bersatu dalam wadah koperasi, patut ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah yang memiliki potensi besar dalam produksi ikan hias.

Salah satu koperasi breeder ikan hias yang sukses menembus pasar ekspor ada di Kabupaten Bogor, yaitu Koperasi Berkah Bersama Laladon yang didukung oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor. 

Koperasi ini menakjubkan dalam pencapaian prestasinya, mengirimkan ikan-ikan hias indah mereka hingga ke Uni Emirat Arab, dengan total lebih dari 5 ribu ekor ikan yang berhasil menyeberangi batas negara! Keberhasilan ini tak terlepas dari beragam jenis ikan yang mereka ekspor, seperti tetra, rainbow, silver dollar, tiger bard, chiclid, rasbora, dan masih banyak lagi.

Ternyata hampir semua jenis ikan hias menjadi komoditi ekspor yang diminati. Ikan-ikan produksi dari Kabupaten Bogor ini telah berhasil menjangkau pasar di Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan bahkan hingga Australia, semakin mengukuhkan reputasi internasional mereka.

Cerita ini menjadi semakin menarik karena adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah yang mewajibkan berbagai instansi dan tempat umum, seperti pemerintahan, hotel, bank, rumah sakit, dan lainnya, untuk memiliki akuarium (aquascape) yang menambah permintaan akan ikan hias secara lokal.

Ketua Koperasi ini, Minan, dengan penuh semangat menjelaskan betapa pentingnya kebijakan Pemda ini dalam mengoptimalkan pasar lokal melalui koperasi.

Tidak hanya meningkatkan serapan pasar, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru dan berkontribusi pada perekonomian para pembudidaya dan pelaku ikan hias. Koperasi benar-benar memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan industri ikan hias.

Tak hanya sukses dalam ekspor, koperasi ini terus berdedikasi dalam melakukan budidaya untuk berbagai jenis ikan, seperti Rainbow Bosemani, Corydoras Albino, Corydoras Paleatus, Brousmout (Ancistrus), Agamisi, Platidoras, dan masih banyak lagi. Mereka tak pernah berhenti berusaha memenuhi permintaan dari eksportir dan konsumen di luar daerah, yang jumlahnya terus meningkat.

Dengan penuh dedikasi, Minan dan seluruh anggota koperasi berupaya keras mempertahankan kesuksesan dan merangkul peluang yang terus mengalir. Dari sekian banyak ikan hias yang mereka hasilkan, hanya sebagian kecil yang mereka gunakan untuk mengisi stok di kios Bursa Ikan Hias Laladon, menunjukkan betapa tingginya permintaan dan minat masyarakat terhadap ikan hias yang indah ini.

 

Pasar Ikan Hias

Tak hanya di Bursa Ikan Hias Laladon, ternyata Kabupaten Bogor juga memiliki pasar ikan hias yang sudah terkenal yaitu Pasar Parung yang menjadi salah satu pemasok ikan hias se-Jabodetabek. Bahkan pasar ini dikunjungi oleh pembeli dari berbagai kota di Indonesia.

Pasar Parung Bogor tak serta merta hadir begitu saja, sejarahnya bermula pada tahun 2005 ketika para pedagang ikan hias di Parung memulai usaha mereka di pinggir jalan, hanya dengan menggunakan tikar sebagai alas dagangan. Kala itu, desa Waru menjadi tempat para pedagang berjualan.

Namun, berkat semangat dan usaha gigih, perjalanan pasar ini berubah drastis. Pada bulan April 2010, salah satu pendiri dan pengelola pasar bernama H. Darmo mengambil inisiatif untuk mendirikan Pasar Parung Bogor. Dengan tekad yang kuat, pasar ini tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun, didukung oleh promosi besar-besaran yang digalakkan.

Dampaknya pun tak terbantahkan, jumlah pedagang ikan hias di Pasar Parung Bogor kian bertambah seiring berjalannya waktu. Dari sekadar berdagang di pinggir jalan dengan tikar sederhana, pasar ini telah bertransformasi menjadi sentra ikan hias modern yang menarik minat para kolektor dan pecinta ikan hias dari berbagai penjuru.

Pasar Parung Bogor awalnya beroperasi hanya pada malam hari. Namun, situasi dan kondisi lalu lintas yang cukup padat mengharuskan pasar ini beradaptasi dengan bijaksana. Sebagai respons atas tantangan tersebut, manajemen pasar mengambil langkah strategis dengan membuka jam operasional tiga kali seminggu.

Keputusan ini membuka pintu bagi perubahan besar dalam daya tarik pasar. Pembeli mulai berdatangan tidak hanya dari sekitar Kabupaten Bogor, tetapi dari berbagai daerah di Nusantara. Para pengunjung setia Pasar Parung kini datang dari Depok, Jakarta, Sukabumi, Bandung, dan bahkan ada yang datang dari jauh, seperti Lampung.

Perubahan jam operasional ini membawa keuntungan ganda. Pertama, pembeli mendapatkan akses lebih mudah dan fleksibilitas waktu untuk berkunjung. Kedua, pasar ini menjadi destinasi yang menarik bagi para pecinta ikan hias dari berbagai kota dan provinsi, meningkatkan potensi penjualan dan popularitas pasar secara keseluruhan.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018