Monday, 30 November 2020


Ingin Bercocok Tanam di Pekarangan, Ini Langkah Mudahnya

24 Aug 2020, 09:09 WIBEditor : Yulianto

Mengajak anak-anak bertanam di pekarangan untuk mengisi waktu selama di rumah | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Selama masa pandemi, masyarakat kini banyak beraktifitas di rumah. Untuk mengisi waktu luang selama berada di rumah, paling mengasikan adalah dengan berkebun di pekarangan.

Berkebun juga bisa menjadi pilihan kegiatan yang menyenangkan bersama anak-anak. Bahkan menjadi sarana edukasi bagi anak-anak sejak sejak dini, memperkuat emosional antara anak dengan orang tua, nilai kerjasama dan lebih menghargai  alam.

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah juga membuat lingkungan menjadi lebih menarik, nyaman, indah, sehat dan menyenangkan. Bahkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Pangan bergizi dan aman secara berkala bisa dipenuhi dari kebun/pekarangan rumah.

Pemanfaatan lahan pekarangan bisa dilakukan sesuai keinginan/selera kita. Bagi yang ingin bercocok tanam di pekarangan rumah jenis tanaman yang cocok memang komoditas hortikultura. Mulai dari sayuran, buah-buahan, dan obat-obatan. Tanaman ini bisa ditanam secara langsung atau bisa juga dengan menggunakan media polybag.

Menanam sayur terbilang mudah. Tidak perlu lahan yang luas untuk mencoba berkebun. Bahkan di teras atau di atap rumahpun bisa. Sayur yang cocok ditanam di pekarangan banyak pilihannya.

Ada Sawi dan Caisim yang bisa dipanen umur 40 hari. Kangkung dan bayam bisa lebih cepat lagi yakni bisa dipanen umur 21 hari. Sedangkan untuk sayuran buah seperti cabai dan tomat bisa dipanen umur 60-70 hari.

Ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk memulai kegiatan berkebun. Diantaranya, media tanam, benih/bibit, pot/polybag dan sekrop. Langkahnya sebagai berikut :

Pertama, membuat media tanam. Untuk membuat media tanam perlu disiapkan tanah yang gembur dan porous. Pilih tanah yang kering agar tidak menggumpal, lalu tumbuk dan ayak tanah agar kita bisa mendapatkan bagian tanah yang halus. Kemudian siapkan kompos atau bokashi yang telah matang. Ayak kompos/bokashi agar kita mendapatkan bentuk yang halus.

Selanjutnya siapkan sekam. Disarankan untuk menggunakan arang sekam, tetapi memakai sekam mentah juga boleh saja. Jika tiga macam bahan tersebut sudah siap, campur dan aduk hingga merata dan usahakan sampai betul-betul remah (tidak menggumpal) agar tidak mengganggu pertumbuhan/penyebaran akar nantinya.

Takaran media tanam yang digunakan antara tanah, kompos dan sekam bisa menggunakan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1. Jika sudah tercampur merata, media tanam siap digunakan. Siapkan wadah pot atau polybag, isi dengan media tanam yang telah dibuat.

Kedua, penanaman. Waktu penanaman sebaiknya pagi atau sore hari dengan sedikit sinar matahari. Jumlah tanaman per polybag bisa disesuaikan dengan selera atau kebutuhan.

Tapi sebaiknya tiap polybag hanya satu tanaman saja agar pertumbuhannya bisa maksimal. Jangan lupa siram bibit yang telah dipindah tanam dua kali sehari yaitu setiap pagi dan sore hari (atau sesuai kebutuhan) hingga tanaman beradaptasi.

Ketiga, perawatan.  Beberapa kegiatan perawatan yang bisa dilakukan adalah penyiraman, penyiangan dan pemupukan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore.

Untuk penyiangan gulma dilakukan sesuai kebutuhan jika ada gulma. Sedangkan pemupukan dilakukan ketika tanaman sudah berumur 14 hst (hari setelah tanam), dengan cara disemprot atau dikocor. Larutkan 5 gram pupuk vegetatif ke dalam 5 liter air. Semprotkan 3 atau 5 hari sekali hingga berumur 30 hst pada semua jenis tanaman.

Selanjutnya gunakan pupuk generatif dengan dosis yang sama yaitu 5 gram dilarutkan ke dalam 5 liter air. Namun jika ingin menggunakan pupuk organik, maka bisa membuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah. Misalnya membuat MOL daun untuk masa vegetatif dan MOL buah untuk masa generatif.

 

Reporter : Deny Murtanti/Yeniartha (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018