Sunday, 28 February 2021


Kue Lekker, Crepes Jadul yang Melegenda

19 Feb 2021, 18:13 WIBEditor : Yulianto

Cahyudi, pejaja kue lekker dekat Taman Anggrek Ragunan | Sumber Foto:Echa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pernah dengar nama Kue Lekker? Kalau kamu kelahiran tahun 80-an pasti pada zaman SD, pernah mencicipi kue unik ini dan dapat dipastikan masa kecil kamu sungguh bahagia.

Untuk anak-anak generasi 80-an yang suka jajan, hapal betul dengan kue lekker yang merupakan jajanan legendaris. Dengan harga Rp 250, kita sudah dapat menikmati sepotong kue lekker dengan topping manis yang diisi dengan keju dan cokelat. 

Tunggu dulu itu harga jaman dulu. Kalau sekarang harga satuan kue lekker mencapai Rp 2 ribu/buah. Dengan sajian dua warna berbeda kue ini pun sangat menarik memikat mata. Dan tentu saja untuk rasanya ternyata tidak pernah berubah.

 

Meskipun kini camilan pesaing sudah beragam, pamor kue lekker tidak dapat tergeserkan. Jajanan tersebut masih ditemukan dijual penjaja kue leker di sekitar SD, pasar maupun pusat perbelanjaan modern seperti mall.

Dengan tampilan yang lebih menarik, kue leker tampil lebih modern dengan modifikasinya. Bahkan di Semarang ada Lekker Paimo dengan topping mewah telur, sosis dan keju. Sedangkan di Jakarta ada Kue Lekker Kasim yang tidak pernah sepi pengunjung.

Di seputaran Ragunan, Jakarta Selatan ada penjual kue lekker namanya Cahyudi (30 tahun). Ia sudah 5 tahun berjualan kue lekker di Komplek Taman Anggrek Ragunan. Menurutnya, dalam sehari saja pemasukan bersihnya mencapai Rp. 300.000.

“Saya jual kue lekker sejak tahun 2016. Keluar pukul 10.00 pagi dan jam 15.00 sudah habis, setiap hari saya buat sebanyak 2 kg adonan dan Alhamdulillaah habis bersih, karena memang belum ada pesaing juga sih Mba,” katanya saat ditemui Sinar Tani, Selasa (16/2)

Asal Usul

Sayangnya tidak ada yang tahu pasti kapan persisnya dan siapa yang pertama kali memunculkan resep kue lekker ini. Namun, Kota Solo dianggap menjadi rumah bagi kue yang satu ini.

Berasal dari bahasa Belanda, Lekker (enak), kue lekker sendiri berkembang pesat di kota Solo. Saat bangsa Belanda akrab dengan sajian panekuk atau pancake datang ke Solo, warga lokal berinisiatif untuk membuat versi hemat dan tipisnya yang kini dikenal dengan leker.

Kue leker tidak cuma miliki Solo. Kota Surabaya pun juga dikenal dengan sajian camilan renyah yang satu ini. Namun yang bikin beda adalah adonannya. Kue lekker Solo menggunakan telur yang dicampurkan ke dalam tepung terigu, susu dan gula, sehingga tampilannya lebih tebal.

Namun di Kota Pahlawan, ada tambahan potongan pisang raja dan coklat tabur menambah istimewa kue lekker khas Surabaya. Sedikit mirip dengan martabak manis namun lebih renyah.

Ternyata membuatnya kue lekker terbilang cukup mudah. Hanya membutuhkan adonan tepung terigu dan tepung beras yang dipanaskan di atas wajan kecil. Potongan pisang kecil dan gula pasir adalah topping aslinya.

Namun, saat ini dengan harga yang relatif murah, kue ini pun lebih simple dengan tambahan toping coklat meises dan keju mengiringi transformasi kue lekker. Kue lekker enaknya disajikan hangat, makin nikmat jika ditemani dengan segelas teh manis hangat. Kue ini mirip crepes, tapi lebih renyah dan garing.

Buat kamu yang ingin mencicipi kue lekker ala Mas Cahyudi bisa mampir ke Tanam Anggrek Ragunan lokasi biasa mangkal. Kue renyah ini pasti sangat memanjakan lidah. Tertarik buat berburu kue leker yang lezat ini? Yuk, jalan-jalan Ke Taman Anggrek Ragunan sambil berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan.

Reporter : echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018