Sunday, 12 April 2026


Mudik Lebaran, Berburu Kuliner di Kampung

29 Mar 2026, 08:53 WIBEditor : Yulianto

Soto Kudus Bu Djatmi, kuliner yang selalu diburu pemudik di Kota Kretek Kudus

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Setelah sebulan puasa Ramdhan, Umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal. Tradisi mudik bertemu kakek-nenek, orang tua, sanak saudara pun menjadi bagian dalam merayakan Hari Kemenangan tersebut. Berada di kampung menjadi kesempatan untuk berburu kuliner dan makanan tradisional.

Keragaman budaya Indonesia ternyata bukan hanya suku dan bahasa, tapi juga soal makanan. Dari budaya tersebut lahir berbagai kuliner dan makanan tradisional yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Dari mulai Sabang sampai Merauke mempunyai keunikan tersendiri.

Keunikan tersebutlah yang membuat kangen para pemudik yang kembali ke kampung halaman saat liburan, terutama ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Pusat kuliner dan oleh-oleh akan diburu para pemudik.  Kota-kota besar, khususnya di Pulau Jawa seperti Bandung, DI Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang yang selama ini memang terkenal dengan wisatanya, banyak menyajikan wisata kuliner dan kios oleh-oleh.

Misalnya, di Semarang pusat oleh-oleh berada di Jalan Pandanaran yang menjual berbagai makanan tradisional. Salah satunya lumpia. Bahkan ada anggapan ke Semarang belum lengkap rasanya jika belum mencicipi Lumpia Semarang. Bahkan Semarang sendiri sering juga dijuluki dengan Kota Lumpia.

Oleh-oleh khas Semarang lainnya adalah Tahu Bakso Ungaran. Dari namanya saja sudah bisa di tebak jika jajanan yang satu ini adalah bakso tahu. Jajanan yang mulai populer di awal tahun 2000 ini sekarang sudah menjadi salah satu jajanan khas Semarang yang banyak peminatnya. Salah satu yang cukup terkenal ada lahTahu Bakso Bu Pudji di Jl. Jendral Sudirman No. 156.

Begitu juga dengan Yogyakarta. Sebagai kota yang menjadi salah satu tujuan utama wisata, Kota Gudeg ini cukup banyak menyajikan kuliner khas. Paling terkenal memang bakpia Pathuk dengan berbagai merek yang menggunakan angka. Ada juga yang kini mulai banyak diminati para pemudik saat berburu oleh-oleh yakni Bakpia Kukus Tugu Yogya. Gerainya kini sudah banyak menjalar di berbagai sudut Kota Yogyakarta.

Soal kuliner, sudah bukan rahasia lagi, Yogyakarta memang terkenal dengan gudeg. Bahkan kota ini mendapat julukan Kota Gudeg. Kuliner lain yang boleh dicoba saat mudik Lebaran atau menyempatkan mampir ke kota tersebut adalah Tengkleng Gajah.

Namanya memang Gajah, tapi bukan berarti warung tengkleng yang terletak di kawasan Bulurejo ini menggunakan daging gajah. Tengkleng Gajah tak lain adalah tengkleng kambing muda yang disajikan dalam porsi besar, seperti gajah. Rasanya nikmat, dagingnya empuk dan porsinya yang besar membuat warung tengkleng ini ramai dikunjungi, terutama pada jam makan siang dan makan malam.

Kuliner di Kota Kecil

Bukan hanya kota-kota besar yang memberikan daya tarik wisata oleh-oleh dan kuliner. Kota-kota kecil di Jawa juga bisa menjadi lokasi destinasi wisata kuliner. Misalnya, Kota Kretek Kudus. Kota yang terkenal dengan industri rokok ini diam-diam mempunyai makanan khas.

Selain Soto Kudus yang sudah cukup terkenal, ada kuliner lain yang bisa dinikmati. Sebut saja, Garam Asem ayam kampung Sari Rasa. Dihidangkan dalam sebungkus daun pisang, di dalamnya ada potongan ayam dengan kuah dan potongan tomat hijau, serta cabai rawit. Rasanya bikin mata merem melek karena kuahnya yang pedas dan asam dari tomat dan belimbing wuluh.

Ada juga Lenthok Tanjung yang biasanya untuk sarapan pagi. Kuliner ini menyajikan potongan lontong dengan kuah sayur nangka (tewel). Selain itu, opor ayam sunggingan yang berada dekat dengan Pasar Ploso, Kudus. Ada juga pindang kerbau. Jika ingin menikmati kuliner malam di Kudus, pemudik bisa mencoba Lontong Tahu Telur Gimbal Banyak penjaja makanan ini disepanjang Jalan Sunan Kudus atau depan Rumah Tahanan Kudus.

Ingin oleh-oleh dari Kota Kudus? Jenang merupakan buah tangan khas dari Kudus. Jenang dijual dalam potongan-potongan kecil, biasanya dibungkus dengan plastik, dan dimasukkan ke dalam kemasan dus atau mika plastik. Ada ratusan industri rumahan pembuat jenang di kota kretek. Salah satu yang cukup terkenal adalah jenang produksi Mubarok Grup berada di Jalan Sunan Muria No.33, Glantengan, Kota Kudus.

Bagi pemudik menuju Jawa Timur, kuliner khas yang bisa dinimkati adalah nasi pecel. Beberapa daerah di wilayah yang kini dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini, nasi pecel memang  menjadi salah satu masakan khas Jawa Timur. Sebut saja, pecel Madiun yang pamornya sudah terkenal seantero nusantara.

Tapi patut dicoba juga nasi pecel khas Ngawi. Jika sempat berkunjung atau melewati kota tersebut, ada warung pecel Ngisor Talok yang cukup terkenal. Lokasinya tidak jauh dari kota. Tepatnya di Desa  Selopuro, Kecamatan Pitu, Ngawi, sekitar lima  kilometer dari pusat kota.

Jika ingin merasakan nikmatnya pecel khas Ngawi ini, pengunjung perlu bersabar. Pasalnya, warung milik Yu Sri ini tidak pernah sepi pengunjung. Ketika Tabloid Sinar Tani berkesempatan mampir, sekitar pukul 09.00 WIB, warung pacel tersebut sudah dipadati penikmat kuliner. Bahkan di dapur pun dipenuhi pengujung.

Bukan hanya sekadar pulang kampung, bermaaf-maafan, atau menikmati hidangan khas, Lebaran di Indonesia adalah panggung budaya yang kaya warna, aroma, dan cerita. Dari Sabang sampai Merauke, tradisi-tradisi ini menjadi cermin keragaman budaya sekaligus perwujudan rasa syukur dan kebersamaan masyarakat.

Tradisi yang paling ditunggu adalah Grebeg Syawal di Yogyakarta. Acara ini menjadi puncak perayaan Lebaran dengan nuansa budaya dan religius yang kental. Warga menyusun gunungan dari hasil panen berupa sayuran, buah-buahan, dan pangan lokal, sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil panen yang berlimpah.

Di tengah kemodernan dan arus globalisasi, pulang mudik dan tradisi Lebaran yang tetap dipertahankan mengandung makna spiritual, sosial, dan budaya yang mendalam. Setiap daerah punya caranya sendiri dalam merayakan Hari Kemenangan. Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin.

Reporter : Tim Sinta
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018