Minggu, 18 Agustus 2019


Belanja di Toko Tani Indonesia, Bisa Petik Langsung Sayurnya

03 Agu 2019, 07:20 WIBEditor : Ahmad Soim

Obor Pangan Lestari | Sumber Foto:Edi S



TABLOIDSINARTANI.COM - Belanja dan petik langsung sayurnya. Model belanja ini dikembangkan dengan nama Obor Pangan lestari (OPAL) yang menyatu dengan lahan milik Toko Tani Indonesia Centre (TTIC).

Pengembangan OPAL dilakukan dalam rangka embangun ketahanan pangan nasional dan penguatan ketahanan pangan keluarga. "Ketahanan pangan nasional dimulai dari keluarga. Kalau keluarga tahan pangan, secara nasional juga akan tahan pangan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi seusai panen sayuran di lahan Toko Tani Indonesia Centre (TTIC), Minggu (27/7/2019).

Obor Pangan Lestari (OPAL) yang dikembangkan di lahan milik TTIC merupakan perubahan dari Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). OPAL di TTIC memanfaatkan lahan pekarangan sekitar 150 meter yang ditanam aneka tanaman buah dan sayur.

"Melalui OPAL diharapkan gerakannya lebih masif dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat maupun penyediaan pangan nasional," tambah Agung yang didampingi Sekretaris Badan Riwantoro dan Kapus Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri.

Menurut Agung, OPAL juga difokuskan untuk mengentaskan daerah rentan rawan pangan yang sudah diidentifikasi, sehingga nantinya masyarakat tidak saja tercukupi pangannya, tetapi juga meningkat kesejahteraannya.

"Dengan meningkatnya kesejahteraan, diharapkan konsumsi pangan masyarakat  menjadi lebih beragam,  bergizi seimbang dan aman,"  tuturnya.

Menurut Agung, kehadiran OPAL juga untuk menyelesaikan masalah stunting, sehingga mulai 2019 kegiatan OPAL akan lebih digalakkan lagi.

Sesuai Permentan Nomor : 22 Tahun 2019 tentang Obar Pangan Lestari
kegiatan OPAL diselenggarakan seluruh unit Kerja Eselon I lingkup Kementan, UPT dan Dinas Provinsi Dan Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang pertanian dan/atau pangan.

"OPAL di TTIC ini sebagai contoh yang bisa dilihat dan ditiru masyarakat untuk dikembangkan dihalaman pekarangan dan lingkungan masing-masing," pungkas Agung.

Reporter : Edi S
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018