Saturday, 26 September 2020


Lucky Bamboo, Tetap Hoki Saat Pandemi Covid-19

15 Jun 2020, 09:33 WIBEditor : Yulianto

Bbambu hoki potensi ekspor besar | Sumber Foto:dok. sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Bambu Rejeki atau kerap disebut Lucky Bamboo dipercaya bisa membuat hoki bagi pemilikinya. Dengan karakter batang dan daun yang unik, permintaan tanaman ini memang cukup tinggi, bahkan hingga ke mancanagera.

Di saat produk florikultura mengalami penurunan omset cukup tajam hingga 90 persen, justru ekspor Lucky Bamboo (Draceana) tetap berlangsung selama pandemi. Hal itu diakui, Ketua Poktan Alamanda, Hendrayana atau biasa disapa Ahen.

Bahkan Minggu ini, Dracaena dari Poktan Alamanda ekspor ke Tiongkok dengan jenis Dracaena Fragrans. "Totalnya1 kontainer sekitar 40 feet (10.000 buah). Sehari berikutnya ekspor Dracaena Compacta sebanyak 10.500 buah," ungkap Ahen, Sabtu (13/6)

Ahen mengungkapkan, selain ke Tiongkok, pihaknya juga mengekspor ke beberapa negara di Asia, Eropa, Rusia dan Amerika. Negara tujuan ekspor di Asia biasanya ke negara Dubai, Qatar, Vietnam, Irak, Malaysia dan Korea.

Sementara itu pemilik CV. Alamanda, Anas Anis menambahkan, permintaan ekspor Dracaena tiap bulan cukup tinggi mencapai 5 kontainer. Namun diakui, pihaknya hanya bisa memenuhi 1 kontainer.

Adapun rangkaian Dracaena diantaranya diamond, three angel, crown, spiral, cobra, double random, curly set, apollo, pagoda, mahkota A, triple flash, kipas, heart dan lain-lain.  "Tahun kemarin kami meluncurkan model rangkaian baru. Kami terus berinovasi untuk menghasilkan model rangkaian baru yang menarik,” sambung pria yang biasa disapa Anas itu.

Lebih lanjut Anas menjelaskan, sejak pengembangan Dracaena Tahun 2008, Poktan Alamanda terus berbenah. Mulai dari perluasan lahan, peningkatan produksi, inovasi produk dan perluasan jaringan pemasaran terutama untuk pasar ekspor.  "Luas lahan pertanaman Dracaena saat ini masih terbatas," kata dia.

Di tempat terpisah, Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman mengungkapkan bahwa peluang ekspor yang cukup tinggi ini merupakan angin segar bagi industri florikultura Indonesia, khususnya Dracaena.  "Dengan sentuhan tangan kreatif dari Poktan Alamanda, telah lahir beberapa model bentuk rangkaian Dracaena yang unik dan menarik serta diminati oleh negara negara tujuan ekspor," tambah Liferdi.

Kementerian Pertanian terus mendorong Poktan Alamanda untuk meningkatkan produksi dari Tahun 2012. Dorongan tersebut dalam bentuk bantuan sarana, pelatihan, dan pendampingan. Tahun 2020 ini Kementerian Pertanian memberikan bantuan pengembangan Dracaena melalui anggaran APBN seluas 10.000 meter persegi.

"Kementerian Pertanian komitmen memberikan support kepada petani yang ingin maju dan turut bersama sama dengan pemerintah daerah untuk bahu membahu dalam meningkatkan ekspor," kata Liferdi.

Adapun Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto  juga menyatakan, bahwa hal tersebut sebagaimana arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Kementan didorong untuk terus menggenjot ekspor komoditas strategis. Salah satunya, tanaman hias seperti Dracaena.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018