Wednesday, 14 April 2021


Petani Muda 17 Tahun, Pembeli ke Kebun Harga Cabai Rp 85 Ribu/Kg

04 Apr 2021, 12:10 WIBEditor : Ahmad Soim

Zaenal panen cabai rawit | Sumber Foto:Ibnu Abas

 

TABLOIDSINARTANI, Nunukan --Zainal,  remaja berusia 17 tahun ini  sibuk memanen cabai rawit di lahan kebun  milik keluarganya, tangannya nan lincah memetik satu demi satu cabai yang sudah kemerahan, meskipun cuaca panas akibat teriknya sinar matahari seolah-olah dia abaikan saja, dibantu oleh adiknya yang masih duduk di bangku SD dan sang Ibu, dia tetap bersemangat.

“Hari ini pekerja yang biasa memetik cabai tidak ada yang turun, mungkin ada kesibukan lain,” ujar Zainal saat ditemui Minggu pagi (4/4/2021) sekitar pukul 10.45 wita, di lahan kebun yang beralamat di Selisun Mambunut Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan.

Ia mengakui, ongkos petik cabai biasanya dibayar Rp 10.000 per kilo gram, satu orang perhari bisa memetik sampai 10 kilo gram cabai.

“Sudah sebulan lebih memasuki musim panen, dalam seminggu biasanya dilakukan dua kali panen, sudah 600 kilo gram yang berhasil dipanen, Alhamdulilllah terjual dengan harga Rp 85.000 per kilo gram, kita tidak menjual ke pasar tapi pembeli yang langsung datang ke sini,” katanya.

Zainal yang masih duduk di kelas II  Madrasah Aliyah Al-Ikhlas Nunukan ini mengakui, jumlah cabai rawit yang ditanam sekitar 1800 pohon, jenisnya adalah cabai rawit butun atau cabai rawit lokal, bentuk dan tinggi tanamannya hampir mirip dengan cabai jenis gorontalo.

BACA JUGA:

“Kalau jenis gorontalo biasanya  cabai yang masih muda agak berwarna ungu sementara cabai butun ini warnanya tetap putih, bibitnya pun tidak ada dijual di pasaran, kita ambil dari teman lalu dibibit sendiri,” imbuhnya.

Menurutnya, kalau perawatan bagus dan tidak terserang hama penyakit cabai butun ini bisa berumur mencapai satu tahun, “kalau sudah habis dipanen buah bunga pertama, kita akan pupuk lagi,” bebernya.

Zainal bersama orang tuanya yang tergabung dalam kelompok tani  “Bumi Tani”  ini menambahkan, selain cabai rawit dia juga menanam mentimun sekitar 4000 pohon. “Mentimunnya sudah mulai dipanen beberapa hari yang lalu, hasil panen pertama diperoleh sekitar 15 karung, ukuran karung 25 kilo gram, dijual dengan harga Rp 100.000 perkarung,” jelasnya.

Di lahan kebun milik keluarga ini ia mengungkapkan, dalam bekerja ia bersama dengan ayahnya Jumardin (45), “rencananya setelah tanam cabai ini, kami akan tanam jagung manis,” pungkasnya.

-+ 

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Ibnu Abas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018