Saturday, 18 April 2026


Bantu Bibit Pisang ke Petani Jeneponto, SYL Harapkan Bentuk Klaster

07 Jul 2021, 16:46 WIBEditor : Yulianto

Menten SYL memberikan bantuan bibit pisang ke petani Jeneponto

TABLOIDSINARTANI,COM, Jeneponto---Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan bantuan bibit pisang sebanyak 20 ribu pohon ke petani Jeneponto. Bantuan ini bersifat uji coba yang bertujuan untuk menciptakan sumber penghasilan masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi Covid 19 agar perekonomian di pedesaan tetap tangguh.

Jika bantuan ini berhasil, SYL berjanji ke depan bantuan ini bisa ditambah menjadi 100 ribu pohon. Karena itu SYL meminta agar bantuan pisang 20 ribu bibit ini diklasterkan. “Saya inginkan budidaya pisang ini hingga pada industri pengolahanya dan kita bisa lakukan ekspor,” kata  SYL saat penyerahan bantuan di Jeneponto, Rabu (7/7).

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini menjelaskan, pisang bisa ditanam dimana saja, termasuk pematang, pekarangan rumah dan lainnya. Masa tanam selama 7 bulan bisa mendapatkan hasil Rp 700 ribu/pohon.

Hitungannya, jika 20 ribu pohon menghasilkan anakan 3 pohon, maka dalam 7 bulan kedua akan panen 60 ribu pohon. Jika 1 pohonya hasil panenya Rp 700 ribu, maka hasilnya dalam 1 tahun Rp 420 juta.

Kalau 7 bulan berikutnya anakanya 3 pohon lagi berarti total 180 pohon. Apalagi budidaya pisang ini pun bisa diintegrasikan juga dengan ubi kayu, sehingga pendapatan makin bertambah," jelasnya.

SYL juga berharap komoditas pisang ini nantinya bisa diekspor. Sebab kebutuhan pisang dan buah-buahan di seluruh dunia itu sangat besar, termasuk Indonesia sendiri. Pak Wakil Bupati saya mau lihat keseriusan kita dan setelah itu kita masuk ke produk olahan. Termasuk bantuan ternak kuda, saya mau lihat dulu hasilnya," pintanya.

SYL juga mendorong petani untuk memanfaatkan bantuan pemerintah berupa dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam meningkatkan skala budidaya pertanian. Tahun ini pemerintah mengalokasikan dana KUR sebanyak Rp 70 triliun dan saat ini baru terserap Rp 36 triliun. Kalau mau benar-benar bertani, ambil KUR. Usaha pertanian tidak ada yang rugi,” tegasnya.

SYL mengungkapkan, dari berbagai sektor, dalam 1 tahun ini PDB yang naik hanya pertanian sebesar 16,4 persen. Ekspor juga naik 15,79 persen dengan nilai Rp 451,77 triliun di 2020. “Tahun ini, baru triwulan I saja kita sudah menyumbang 39,99 persen, setara dengan Rp 200 triliun. Saya akan capai lagi 3 kali lipat dari itu,” katanya.

SYL menilai, usaha di sektor pertanian tidak ada ruginya dan tidak pernah mati. Sebab bahan makanan selalu dibutuhkan terus. Apapun bentuk lock down itu, untuk pertanian tidak boleh lock, harus terus berjalan. Tapi usaha pertanian itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus dikelola secara korporasi agar skala ekonominya besar," ujarnya.

Terkait dengan keunggulan kompratif Jeneponto, SYL pun memberikan bantuan mesin pengolahan lontar menjadi cuka. Selama ini air buah lontar hanya menjadi Ballo, sehingga tidak memberikan tambahan pendapatan masyarakat, tapi justru membawa dampak yang negatif.

Ballo jangan diminum lagi, tapi bisa kasih jadi uang. Kalau begitu orang yang ambil ballo itu harus ada perlakukan khusus, bisa juga dijadikan spirtus,” katanya. Karena itu Kementena memberikan bantuan tiga mesin dan akan dilakukan bimbingan. Jeneponto punya 1.000 pohon lontar, kita bisa kembangkan menjadi produk gula,” tambahnya.

Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir mengatakan, kunjungan Mentan SYL selalu menjadi berkah untuk masyarakat Jeneponto. Tidak hanya itu, dalam kunjungan ini, Mentan memberikan berbagai bantuan seperti benih pisang varietas unggul, bantuan kuda, sarana dan prasana pengolahan buah lontar dan bantuan perluasan tanaman tahunan yang sangat bermanfaat bagi petani bahkan masyarakat sekitar.

"Kita ketahui sudah dua bulan di Kabupaten Jeneponto ini tidak datang hujan dan hari ini terbukti bahwa kedatangan Pak Menteri di Jeneponto langsung turun hujan. Kami yakin akan semakin banyak berkah lain yang akan Jeneponto terima," ujar Paris.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementan, Fadjry Djufry berharap, penyerahan bibit pisang menjadi stimulus dalam memperkuat swasembada dan ekspor buah tropika. Ini juga sekaligus sebagai upaya dalam mewujudkan buah tropika dalam hal ini pisang menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Permintaan akan buah-buah tropis termasuk pisang dipasar domestik dan ekspor saat ini semakin meningkat. Kita tahu Indonesia memiliki potensi besar sebagai penghasil pisang di dunia. Ini tentu yang harus kita terus dorong," ujar Fadjry.

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018