Thursday, 12 March 2026


Nusantara Melon Fest 2025, Pelampiasan Gejolak Anak Muda Kuningan

29 Sep 2025, 16:45 WIBEditor : Yulianto

Event 5 jelang Nusantara Melon Fest yang akan berlangsung 17-19 Oktober 2025 mendatang

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Nusantara Melon Fest 2025 pertama menjadi ajang anak muda Kuningan unjuk gigi dalam sebuah event nasional. Apalagi dalam ajang yang akan berlangsung pada 17-19 Oktober mendatang juga akan menggandeng kalangan UMKM  dan mengangkat budaya daerah, khususnya Kuningan.

Kabupaten Kuningan memang bukanlah sentra pangan seperti kabupaten tetangganya Cirebon dan Brebes. Berada di Kaki Gunung Ciremai, tofografi kabupaten ini lebih banyak perbukitan dan pegunungan, terutama bagian Barat dan Selatan dengan ketinggaian berkisar 700 meter di atas permukaan laut. Sedangkan wilayah  bagian timur dengan ketinggian antara 120-200 meter di atas permukaan laut.

Tofografi tersebut menjadi salah satu faktor yang menentukan dalam pola penggunaan lahan untuk pertanian. Meski selama ini tak masuk dalam perhitungan sebagai salah satu sentra utama pangan, khususnya beras, tak menghalangi anak-anak muda di Kabupaten Kuningan unjuk gigi dalam dunia pertanian.

Seperti Pipin Arifin yang mengaku resah terhadap generasi muda yang mulai meninggalkan dunia pertanian dan budaya daerah. Meski berlatar belakang pekerjaan di dunia konstruksi yang digeluti selama 19 tahun, tak membuat Kang Pipin, sapaan akrabnya, berkecil hati menekuni dunia pertanian.

Wabah Covid-19 membuat dirinya meninggalkan dunia konstruksi dan balik kampung. Dari hobi makan melon, Kang Pipin bersama sang istri akhirnya mencoba menanam melon di lahan terbatas. “Awalnya saya coba-coba, ternyata bertani enak juga. Ada sebuah kepuasan ketika biji kecil, tumbuh menjadi kecambah dan akhirya menghasilkan buah. Ini menjadi titik balik, kenikmatan hidup, lebih tenang, slow living,” tuturnya.

Dari kesadaran tersebut, Kang Pipin pun ingin menularkan kepada anak-anak muda di daerahnya ketimbang mereka harus pergi ke kota besar hanya sebagai buruh. Dengan lahan kecil dan green house 2-3 meter yang dibuat sendiri, ia membudidayakan melon dengan sistem machida. “Saya pernah belajar budidaya melon sistem machida, satu tanaman bisa berbuah tidak hanya 1, tapi bisa 5-10 buah,” katanya.

Kini dengan bendera e-QuaNik, Kang Pipin telah mempunyai jaringan cukup luas mencapai 78 mitra di seluruh Indonesia, satu berada di Malaysia. Bahkan pasar melon premium dari jaringannya mampu menguasai 60 persen di pasar modren seperti Farmers Market, Total Buah dan Aeon.

Untuk mengangkat melon premium dari Kuningan, Kang Pipin pun menginisiasi 1# Nusantara Melon Fest yang ada digelar di salah satu tempat wisata di Kuningan yakni Arunika Eatry di Jalan Cigugur-Palutungan, Cisantana, Kecamatan Cigugur. “Awal kami ingin menyelenggaran Melon Fest rintangannya luar biasa, ada yang tidak suka, bahkan mencoba menjatuhkan,” katanya.

Namun dengan semangat anak-anak muda Kuningan dan kolaborasi berbagai pihak, Kang Pipin bersama tim dari e-QuaNik tetap berjalan. Dengan melakukan Pre-Eventi 1 di Kunigan, kemudian berlanjut dengan Pre-Event ke-4, terakhir puncaknya Pre-Event ke-5 yang berlangsung di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Kamis (18/9).

Direncanakan 1# Nusantara Melon Fest akan berlangsung pada 17-19 Oktober 2025. Pada acara juga akan berlangsung Agribisnis Expo dan pameran budaya, khususnya Kuningan.

Bahkan untuk menggelar ajang bertaraf nasional ini, Kang Pipin mengaku tidak melibatkan event organizer. Ia mencoba merangkul anak-anak muda supaya bisa membuat konsep event dan berbagai kalangan. “Bagi kami tidak perlu hebat untuk memulai, tapi bagaimana kita memulai untuk menjadi hebat,” tegasnya.

Untuk memberdayakan UMKM, Kang Pipin mengajak hampir 100 UMKM sebagai pilot project. “Kami merangkul UMKM, termasuk mereka yang menjadi pengrajin batik asli kuningan seperti Batik Paseba, Bojong Asri dan Batik Mesa. Bahkan UMKM yang ajak bukan lah mereka yang sudah besar, tapi masih embrio dan masih perlu banyak belajar dan bimbingan,” tuturnya.

Gelaran Nusantara Melon Fest ini diharapkan dapat menggerakan ekonomi daerah. Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018