Sunday, 12 April 2026


Panen Raya DKI Jakarta, 421 Titik di Jaktim Hasilkan 6,5 Ton

31 Mar 2026, 11:08 WIBEditor : herman

Panen Raya DKI Jakarta, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta — Semangat kemandirian pangan terus digaungkan di Ibu Kota. Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta, Endang Nugrahani Pramono, memimpin langsung panen raya serentak hasil urban farming warga Jakarta pada Senin (30/3).

Kegiatan yang digelar secara hybrid ini dipusatkan di Kebun Anggur Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Endang hadir didampingi Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta Dewi Indriati Rano, Ketua TP PKK Jakarta Timur Essie Munjirin, serta jajaran pengurus lainnya.

Panen raya ini mendapat apresiasi tinggi dari Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus penguatan pangan lokal di wilayah perkotaan.

“Setiap Jumat di minggu terakhir kami menggelar Pasar Tumbuh di halaman Kantor Wali Kota sebagai wadah kelompok tani memasarkan hasil panen. Hasilnya tidak hanya dijual, tetapi juga dimanfaatkan untuk masyarakat seperti Posyandu, penanganan stunting, hingga mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Munjirin.

Ia juga menegaskan bahwa para penggiat pertanian di Jakarta Timur terus didorong untuk berkembang, sehingga urban farming menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyebut Jakarta Timur sebagai salah satu role model pengembangan pertanian perkotaan.

“Dari total 807 lokasi panen raya serentak hari ini, sebanyak 421 titik berada di Jakarta Timur. Ini menunjukkan peran besar wilayah ini dalam mendukung pertanian urban di Jakarta,” jelasnya.

Meski demikian, Hasudungan mengakui bahwa Jakarta masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari lahan, sumber daya manusia, hingga faktor iklim. Saat ini, urban farming baru mampu memenuhi sekitar 2 persen kebutuhan pangan Jakarta.

“Ke depan, melalui desain besar pertanian perkotaan, kami menargetkan pada tahun 2030 mampu memenuhi hingga 5 persen kebutuhan pangan Jakarta,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan urban farming diprioritaskan pada komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi daerah, seperti cabai dan bawang merah.

Pada panen tersebut, Walikota Jakarta Timur hadir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi, serta Kepala Suku Dinas (Sudin) KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto beserta segenap jajaran.

Panen raya serentak di Jakarta Timur melibatkan 421 lokasi yang tersebar di 10 kecamatan, dengan total luas lahan sekitar 2,18 hektare. Kecamatan Cakung menjadi wilayah dengan titik panen terbanyak, disusul Pulogadung dan Duren Sawit.

Berbagai lokasi dimanfaatkan untuk kegiatan urban farming, mulai dari pekarangan rumah, gang, lahan tidur, RPTRA, gedung perkantoran, sekolah, hingga rumah susun.

Dari kegiatan ini, total potensi hasil panen mencapai sekitar 6,5 ton, yang terdiri dari sayuran, perikanan, buah-buahan, tanaman pangan, cabai, hingga tanaman obat keluarga.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pula penyerahan simbolis hasil panen melon varietas Inthanon yang dibudidayakan di greenhouse melalui program CSR Bank Jakarta. Melon tersebut merupakan hasil kerja Kelompok Tani Geber Tabur di Cipinang Melayu.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya bazar produk urban farming yang digelar oleh TP PKK Kecamatan Cakung. Bazar ini menampilkan berbagai hasil olahan dan tanaman dari tujuh kelurahan, sekaligus menjadi ajang promosi produk lokal warga.

Kesuksesan kegiatan ini juga didukung oleh berbagai unsur pemerintah daerah, mulai dari camat, lurah, hingga sejumlah suku dinas terkait.

Panen raya ini menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan lahan, masyarakat Jakarta mampu berinovasi dan berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan kota. Urban farming pun kini tak sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk masa depan.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018