
Road Show Urban farming Jakarta Timur
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta — Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Timur resmi memulai rangkaian kegiatan Roadshow Urban Farming 2026.
Program ini diawali dengan webinar bertema “Urban Farming untuk Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi di Jakarta Timur” yang melibatkan para penggiat urban farming dari 10 kecamatan, Senin (13/4).
Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menjelaskan bahwa webinar ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan roadshow yang akan digelar secara bertahap di seluruh wilayah Jakarta Timur.
“Roadshow Urban Farming akan dimulai pada Selasa, 14 April 2026 di Kecamatan Cipayung dan dijadwalkan berakhir pada 24 September 2026 di Kecamatan Cakung. Kegiatan ini akan berlangsung secara bergilir di seluruh kecamatan,” ujar Taufik.
Ia menegaskan, urban farming kini tidak lagi sekadar aktivitas berkebun, tetapi telah berkembang menjadi strategi penting dalam menjawab berbagai tantangan perkotaan.
Mulai dari memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kemandirian wilayah, hingga memanfaatkan lahan sempit dan lahan tidur secara produktif.
Selain itu, urban farming juga dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta membantu mengendalikan inflasi pangan.
“Ketika masyarakat mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka stabilitas harga pangan akan lebih terjaga,” tambahnya.
Melalui roadshow ini, Pemkot Jakarta Timur juga mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal dengan konsep Satu Kecamatan Satu Produk Unggulan (One Village One District Product). Artinya, setiap kecamatan diharapkan memiliki komoditas khas, baik di sektor pertanian, perikanan, peternakan, maupun pengolahan pangan.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi, mengapresiasi pengembangan urban farming tersebut. Ia menilai konsep produk unggulan wilayah memiliki potensi besar, seperti halnya identitas kuliner daerah lain.
“Kalau orang mendengar Sumedang, pasti langsung ingat tahu. Ini peluang besar bagi Jakarta Timur. Ke depan, masyarakat bisa langsung mencari sayur atau cabai segar dari petani lokal di sini,” ujarnya.
Fauzi juga menyoroti keberhasilan program Pasar Tumbuh yang digelar setiap Jumat terakhir tiap bulan, yang kini mulai menjadi contoh bagi wilayah lain. Menurutnya, Jakarta Timur masih memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk dikembangkan.
“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan urban farming,” tambahnya.
Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain M. Rizky Muhardiyanto dari BST Consulting, Umar Hidayat dari Kelompok Tani Berkah Jaya Kecamatan Duren Sawit, serta Teguh Wijaya dari Biofloc Fish Farm Kecamatan Ciracas.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Bagian Perekonomian, Sudin KPKP, Sudin Kominfotik, serta dukungan dari Baznas Bazis Jakarta Timur.
Kolaborasi ini menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.