Kamis, 23 Mei 2019


Petani Garut : Budidaya Ramah Lingkungan, Lebih Menguntungkan !

31 Mar 2019, 12:32 WIBEditor : Gesha

Hamparan tanaman cabai hasi budidaya ramah lingkungan | Sumber Foto:Enung

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Garut --- Dewasa ini kesadaran masyarakat akan produk aman konsumsi cenderung meningkat. Kondisi ini berdampak pada ketersediaan produk sayuran yang aman konsumsi di lapangan. Penerapan budidaya ramah lingkungan sudah diterapkan di beberapa kelompok tani di Garut.

Kepala Seksi Sayuran Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Didin mengenalkan Kelompok Tani (Poktan) Tunas Tani yang berlokasi di Desa Sindangprabu Kecamatan Wanaraja, sebagai salah satu contoh sekaligus pelopor di Kabupaten Garut.

"Ketua kelompoknya sering dilibatkan bahkan menjadi narasumber pada kegiatan terutama terkait budidaya ramah lingkungan," tambah Didin.

Ketua Kelompok Tunas Tani, Sopian menyampaikan bahwa kelompoknya sudah menerapkan budidaya ramah lingkungan sejak 2010. Kelompok tani ini beranggotakan 25 orang dan memiliki luas lahan 45 hektare. "Dari 45 hektare, 2 hektare di antaranya sudah organik dengan komoditas cabai, bawang merah, labu siam, caisin, pakchoy dan jeruk. Budidaya organik dimulai 2016 dan pada 2018 sudah mendapatkan sertifikat organik," tutur Sopian.

Kelompok ini mampu memproduksi bahan-bahan pengendali OPT ramah lingkungan seperti Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), Trichoderma dan pestisida nabati. Selain untuk mencukupi kebutuhan kelompoknya, bahan - bahan tersebut juga dimanfaatkan oleh kelompok tani lain  bahkan sudah memiliki pelanggan tetap terutama para penangkar benih kentang.  "Pengguna pestisida nabati dan PGPR biasanya hanya mengganti biaya pembuatan dengan kemasan 5 liter, 10 liter dan 20 liter," jelas Sopian.

Tunas Tani juga menjadi kelompok  klinik tanaman yang biasa melayani konsultasi tentang hama dan penyakit serta cara - cara pembuatan bahan pengendali yang ramah lingkungan.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf dalam kesempatan terpisah, mengatakan Kementerian Pertanian selalu mengajak dan mendorong petani hortikultura untuk menerapkan budidaya ramah lingkungan.

"Kami sangat mendukung budidaya ramah lingkungan karena selain menjaga kelestarian lingkungan, juga menghasilkan produk yang aman konsumsi dan bisa menurunkan biaya produksi," jelas Yanti.

Reporter : Enung Hartati
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018