Wednesday, 15 July 2020


Peluang Asik, Bisnis Daur Ulang Plastik

28 Jun 2020, 21:14 WIBEditor : Yulianto

Dengan daur ulang, limbah plastik bisa jadi uangmenjadi | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sampah, mungkin bagi sebagian, bahkan banyak orang sebagai barang kotor yang tak bernilai harganya. Namun ada juga yang menganggap sampah merupakan peluang usaha yang membawa rezeki. Bahkan dengan mendaur ulang sampah malah memberikan kontribusi besar bagi negara.

Di antara banyaknya temuan limbah sampah, sampah plastik menjadi topik hangat yang kerap diperbincangkan. Bank Sampah Mandiri yang berlokasi di Kecamatan Cisauk, menjelaskan bahwa jenis sampah yang biasanya dikelola adalah plastik, kardus, kertas, koran, besi dan alumunium. Dari berbagai jenis sampah, ternyata paling banyak didominasi sampah plastik. Terbukti dengan data volume sampah plastik dalam setahun bisa mencapai angka 648 kg.

Label negatif terhadap keberadaan sampah plastik selama ini telah menutup sebelah mata kita. Padahal dibalik tumpukan sampah plastik yang menggunung, ada banyak pihak yang menggantungkan nasibnya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dikutip oleh Databoks mengungkapkan, bank sampah ikut andil dalam penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 163.128 penduduk Indonesia bergantung pada sektor tersebut.

Pris Polly Lengkong, Ketua Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) mengatakan, sekitar 3,7 juta pemulung di 25 provinsi Indonesia mempertaruhkan hidupnya dari sampah plastik. Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat jumlah bank sampah di Indonesia mengalami pertumbuhan selama tahun 2014-2018. Pada tahun 2018 terdapat 7.488 unit bank sampah yang tersebar di Indonesia.

Sedangkan data lapangan di Kecamatan Cisauk, Banten, setidaknya terdapat 10 bank sampah. Setiap bank sampah memiliki mitranya masing-masing untuk mengumpulkan sampah. Salah satunya, Bank Sampah Bumi Hijau Cemerlang, memiliki 213 anggota dengan mitra pengumpulan sampah sebanyak 6 orang dari 6 titik.

“Ratusan orang menggantungkan hidupnya dari Bank Sampah Migunani Asri Madani. Kami memiliki anggota sebanyak 14 orang dan mitra pengumpul sampah sebanyak 181 orang. Para pengumpul sampah tersebut biasa mengumpulkan berbagai jenis sampah terutama sampah plastik. Kedepannya, kami berencana untuk bisa mendaur ulang sampah plastik menjadi biji plastik dan produk lain,kata Istiningsih, Ketua Bank Sampah Migunani Asri Madani yang berada di kecamatan yang sama.

Bisnis daur ulang

Terlepas dari begitu banyaknya anggapan negatif tentang limbah sampah plastik, limbah tersebut tetap tergantung pada cara pengelolaannya. Karena itu, peran bank sampah sangat penting untuk membantu proses daur ulang.

Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Christine Halim sempat menyampaikan, bisnis daur ulang mencapai 400.000 ton/tahun. Tentunya, jumlah tersebut belum termasuk perusahaan daur ulang di luar anggota ADUPI.

Sampah plastik jenis tertentu bisa dimanfaatkan pihak yang membutuhkan. Data Bank Sampah Papandayan Indah, yang berada di Kecamatan Cisauk, salah satu jenis sampah yang bisa didaur ulang adalah berbahan PET (Polyethylene Therepthalate). Saat ini bank sampah tersebut masih mempraktekan upaya pendauran ulang sampah.

Bahkan limbah sampah berjenis PET layaknya harta karun. Pasalnya, semua bagiannya dapat didaur ulang menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hal ini juga didukung dengan data dari 5 bank sampah yang mengaku sampah plastik memiliki nilai jual relatif tinggi.

Lantas, bagaimana perjalanan sampah plastik bisa menjadi sesuatu yang bernilai? Bagi konsumen yang rajin mengumpulkan sampah plastik, sebaiknya menyalurkan sampah tersebut ke bank sampah. Limbah plastik akan dihargai Rp 1.500/kg.

Kemudian, bank sampah akan menjualnya ke pengepul dengan nilai Rp 2.500/kg. Di tahap ini, sampah tersebut akan didaur ulang menjadi biji plastik. Setelah menjadi biji plastik, pengepul menjualnya ke supplier pembuat benang, ember, gayung, bahkan kaos dengan nilai sebesar Rp 5.000- 7.000/kg.

Mendaur ulang limbah sampah plastik kelihatannya memang bukan sebuah hal baru. Bank sampah dan pengumpul sampah siap menampung limbah sampah plastik yang layak didaur ulang. Kerja keras mereka membantu mengurangi limbah sampah plastik, dan mencukupi kebutuhan hidup.

Daur ulang plastik juga bisa membantu menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan dan berkontribusi dalam pergerakan perekonomian. Terbukti dari pengakuan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), total plastik daur ulang yang mereka lakukan telah diekspor ke luar negeri sebanyak 70 persen. Artinya, bisnis daur ulang plastik juga asik.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018