Sunday, 24 October 2021


Mudahkan Penyuluh, Balitbangtan Miliki Layanan Konsultasi Padi

09 Oct 2021, 17:03 WIBEditor : Gesha

LKP Versi 1.0 | Sumber Foto:IRRI

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Memudahkan penyuluh memberikan rekomendasi pemupukan, budidaya dan lainnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memiliki Layanan Konsultasi Padi berbasis website. Menariknya, hasil yang dikeluarkan spesifik lokasi sehingga dipastikan rekomendasi tersebut tepat dengan wilayah yang berbeda-beda.

"Aplikasi Layanan Konsultasi Padi (LKP) l merupakan program Balitbangtan bekerjasama dengan International Rice Research Institute (IRRI), " ungkap Koordinator Penyuluh BPTP Jabar Dr. Darojat Prawiranegara, SP., M.Si.

Lebih lanjut Darojat menjelaskan munculnya aplikasi ini merupakan solusi atas permasalahan pertanian di Indonesia, mulai dari konversi lahan sawah,  saluran irigasi sawah yang kian terdegradasi hingga kesuburan tanah yang semakin menurun. Permasalahan ini tentunya berpengaruh pada produksi yang semakin sulit meningkat dan produktivitas yang stagnan bahkan cenderung menurun. Di sisi lain, subsidi pupuk juga semakin berkurang.

"Karenanya, Balitbangtan bekerjasama dengan  IRRI membuat aplikasi ini guna memfasilitasi para penyuluh dan teknisi pertanian di lapangan.  Salah satunya rekomendasi pupuk spesifik lokasi, " jelasnya.

Program LKP ini berbasis Web dan dapat diakses melalui situs http://webapps.irri.org/id/lkp/ ini merupakan pembaruan inovasi Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) dan Rice Crop Manager.

Layanan ini dapat memberikan rekomendasi pengelolaan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi.

Penyuluh juga dapat memberikan informasi dan menjelaskan kepada petani agar mampu mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, penggunaan benih bermutu varietas unggul spesifik lokasi, teknik pengelolaan hara/pupuk, penggunaan jaring di persemaian, tanam serentak, tidak menyemprotkan pestisida sampai 30 hari setelah tanam (HST) dan dapat meningkatkan produktivitas malalui sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1.

Selain itu, Penyuluh dapat secara langsung memanfaatkan LKP dengan mewawancarai petani dan memberikan anjuran yang tepat sesuai dengan hasil konsultasi yang dihasilkan LKP. Rekomendasi hasil konsultasi dapat dicetak untuk diberikan ke masing-masing petani. Yang lebih penting adalah LKP ini sangat bermanfaat bagi petani sebelum memulai petanaman padi.

Spesifik Lokasi

Keunggulan aplikasi ini, diungkapkan Darojat adalah berbasis insitu atau spesifik lokasi sehingga rekomendasi budidaya bahkan pupuk akan berbeda satu dengan yang lainnya. "Kalau di Kalender Tanam (Katam), satu desa di satu Kecamatan pastinya rekomendasinya akan sama," ungkapnya.

Perbedaan rekomendasi ini terjadi karena bedanya varietas yang digunakan, model pemupukan (organik, semi organik atau kimia), dan lainnya. "Kita tidak bertentangan dengan Katam. Basis data tetap dari Katam, namun rekomendasi dilakukan insitu dan spesifik lokasi dengan beberapa kriteria, " tegasnya.

Rekomendasi pupuk dalam aplikasi ini diakui Darojat sudah divalidasi selama dua musim. "Penyuluh tinggal validasi dengan menjawab beberapa pertanyaan mengenai jenis varietas, model pemupukan dan sebagainya. Hasilnya langsung keluar dalam lima menit rekomendasi pemupukannya, bisa langsung disebarkan ke petani, " tuturnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018