Jumat, 02 Desember 2022


Pupuk Mikoriza Mampu Hasilkan Nilam Terbaik

25 Apr 2022, 13:27 WIBEditor : Gesha

Pemberian pupuk mikoriza pada tanaman nilam | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Prof. Dr. nat. techn. techn. Syafruddin, SP., MP dan tim dari Pusat Riset Pengembangan Pertanian Organik (PRPPO) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, kembali berinovasi melanjutkan pengembangan pupuk hayati mikoriza.

"Untuk tahun kedua ini, fokus pengembangannya melalui penelitian unggulan yakni aplikasi lapangan pupuk hayati mikoriza pada varietas nilam Lhokseumawe, Tapak Tuan dan Sidikalang. Selain itu,  kita juga memgembangkan pada nilam hutan atau nilam merah yang kita dapatkan hasil ekspliorasi pada salah satu dataran tinggi di Aceh," ceritanya kepada tabloidsinartani.com.

Prof Udin menyebutkan, target akhir pengembangan nilam dengan pupuk hayati mikoriza adalah didapatkan kualitas nilam organik terbaik, baik budidaya maupun dari segi kualitas minyaknya. "Kita tetap bersumbu pada pengembangan nilam secara hulu-hilir,” ujarnya.

Guru besar yang ramah dan pandai berkomunikasi ini, juga tengah mengembangkan mikoriza yang telah berjibaku selama 12 tahun telah banyak melahirkan inovasi dengan berbagai jenis tanaman. Secara berkekelanjutan pihaknya telah mengembangjan mikoriza dari genus Glomus mosseae, Gigaspora sp dan campuran antara keduanya. "Dalam pengembangan tersebut keberlanjutan dari stok strain atau starter mikoriza tetap harus dijaga dan dipertahankan," jelasnya.

Perbanyakan mikoriza yang tak terputus tersebut dilakukan di rumah Mikoriza Fakultas Pertanian USK dan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa dari strata S1, S3 sampai S3. Bukan hanya dari lini penelitian, Prof. Dr. nat. techn. Syafruddin, SP., M.P., yang saat ini selaku nakhoda Pusat Studi Pengembangan Pertanian Organik USK dan peneliti di Atsiri Research Center USK menyatakan tahun ini pupuk hayati mikoriza yang diproduksi juga didesiminasi pada program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis produk untuk peningkatan tanaman nilam dan cabai di Aceh Besar. 

Berkat penelitian yang ditekuninya  tersebut telah berhasil meningkatkan produksi cabai dan nilam sampai 50 persen setelah pengaplikasian pupuk hayati mikoriza.

 

 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018