Selasa, 27 September 2022


Inovasi Nilam Aceh Dipamerkan di Solo

15 Agu 2022, 14:47 WIBEditor : Gesha

Inovasi Nilam Aceh dari hulu ke hilir dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi dipresentasikan oleh Kepala ARC Universitas Syiah Kuala (USK), Syaifullah pada Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-13 yang berlangsung di Solo, Jawa Tenga | Sumber Foto:USK

TABLOIDSINARTANI.COM, Solo --- Inovasi Nilam Aceh dari hulu ke hilir dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi dipresentasikan oleh Kepala ARC Universitas Syiah Kuala (USK), Syaifullah pada Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-13 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah. 

Syaifullah yang merupakan salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam konferensi tersebut memaparkan pengalaman ARC USK selama 6 tahun dalam inovasi nilam dengan judul presentasi Knowledge Based Economy, Nilam from Seed to Seal. Sinergi pentahelix antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan media. 

Dalam paparannya Syaifullah menjelaskan bahwa apa yang dilakukan ARC USK sesungguhnya adalah contoh nyata dari literasi tingkat 4 dan 5. Dijelaskannya, sebagaimana yang sedang digalakkan oleh  Perpusnas RI, literasi memiliki 5 tingkatan. Pada tingkatan pertama literasi berarti baca, tulis, hitung dan pembentukan karakter, pada tingkatan ke-2 literasi, adanya akses bahan bacaan yang terjangkau, akurat, terkini, terlengkap, terpercaya, dengan minimal 10 searching angine ilmu.

Pada tingkat ke-3 literasi berarti memiliki kemampuan analisis, yang tersirat maupun tersurat. Pada tingkat ke-4 literasi bermakna adanya kreativitas dan inovasi dalam mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tingkatan ke-5, literasi berarti memiliki kemampuan menciptakan produk dan jasa yang berdaya saing. Syaifullah menambahkan sejak 6 tahun terakhir ARC USK telah mengembangkan berbagai inovasi dari hulu ke hilir sehingga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat khususnya UMKM dan pedesaan.

“Daun nilam bisa dijual Rp 6000/ kg. Jika telah disuling menjadi minyak (crude patchouli) melalui steam distillation, maka harganya meningkat menjadi Rp 600 ribu per kilogram. Namun, jika minyak nilam diproses lebih lanjut dengan teknologi distilasi molekuler dan fraksinasi serta dirubah menjadi parfum, maka nilainya menjadi Rp 6000 per ml atau sekitar Rp 6 juta per kg. Terlihat nyata bagaimana inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberi nilai tambah ekonomi secara luar biasa dan kita mampu melakukannya,” sebut Syaifullah yang mendapat applus meriah dari peserta. 

Diterangkan, dulu 100% minyak nilam Indonesia diekspor ke manca negara, kemudian diolah untuk dijadikan berbagai produk sehingga nilai tambah tidak diperoleh di dalam negeri. Tapi kini kita sudah memiliki peralatan dan teknologinya, sehingga kadar patchouli alcohol nilam sudah bisa dibuat dalam grade parfum. Inilah saatnya kita gunakan juga nilam dalam negeri untuk memproduksi parfum dan produk lainnya yang memiliki daya saing global. Kita harus percaya diri dengan kemampuan bangsa kita sendiri.

“Para pustakawan dari seluruh tanah air, selain literasi 1, 2 dan 3, mari kita galakkan juga literasi tingkat 4 dan 5 ini agar bangsa kita memiliki keunggulan komparatif sekaligus juga memiliki keunggulan kompetitif melalui literasi inovasi dan penciptaan produk,” ajak Syaifullah mengakhiri.

Selain Syaifullah, keynote speaker lainnya adalah Joko Narimo dari Yayasan Tumpi Indonesia dengan judul presentasi Perpustakaan digital dalam percepatan transformasi pengetahuan ke masyarakat pinggiran dan Yunita Riris Widawati, CEO Game Changer Studio dengan judul Pustakawan Inovatif dan kreatif mentransformasikan pengetahuan untuk masyarakat produktif. Sesi pembicara utama ini dimoderatori oleh Akademisi dan Pustakawati Senior dari Universitas Indonesia Dr. Luki Wijayanti. 

KPDI ke-13 Solo merupakan lanjutan dari KPDI ke-12 yang berlangsung di Banda Aceh pada 2019. KPDI ke-13 Solo dilaksanakan oleh Forum Perpustakaan Digital Indonesia dan Perpusnas bekerjasama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Pembukaan KPDI ke-13 dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Tengah dan dihadiri oleh Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando, Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia Prof. Jonner Hasugian, bupati dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah, sejumlah undangan dan sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018