Jumat, 23 Februari 2024


Begini Cara Ubinan Porang

29 Sep 2022, 08:57 WIBEditor : Gesha

Panen porang | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Tanaman Porang sekarang kan sudah banyak dibudidayakan di beberapa daerah. Sebenarnya bagaimana cara mengukur ubinan Porang? 

Tanaman Porang adalah umbi-umbian yang sejak beberapa tahun lalu tengah populer dibicarakan masyarakat. Porang banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan "jelly" atau yang dikenal juga dengan konyaku yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke Jepang.

Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain.

Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Tanaman porang umumnya hanya bisa hidup sekitar 5 bulan saja karena setelah bulan kelima porang bisa menguning dan kemudian mati. Porang bisa dipanen jika sudah memasuki usia 7 bulan.

Namun, cara budidaya porang agar cepat panen adalah dengan menanam bibit porang dari bibit umbi. Sementara itu, porang yang ditanam dari bibit katak biasanya membutuhkan waktu lebih lama, agar bisa dipanen sekitar 18-24 bulan sejak masa tanam. Proses panen porang dilakukan dengan cara menggali umbi porang dan kemudian porang sudah siap untuk dijual.

Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, Noor Rochman mengatakan tes ubinan bisa digunakan untuk mengetahui berapa ton umbi porang yang dapat dihasilkan dalam 1 hektar lahan. Caranya adalah mengambil sampling lahan ukuran 10×10 meter di beberapa tempat lahan yang akan dipanen secara acak baik ditempat yang tanahnya subur, kurang subur dan tidak subur. Dengan demikian bisa diketahui perkiraan berapa ton yang dapat dihasilkan dalam 1 hektarnya.

"Tentunya cara ini sedikit berbeda dengan ubinan padi maupun jagung seperti biasa karena ukuran Porang yang cukup besar dibandingkan keduanya. Dan jarak tanam antar bibit biasanya 1x1 meter, " tuturnya. 

Dalam melakukan panenan hasil ubinan perlu diperhatikan bahwa serupa dengan umbi umbian, maka berat hasil ubinannya adalah berat semua umbi yang berada di dalam plot ubinan, tanpa memperhatikan titik tumbuh. Apabila umbi terletak pada batas ubinan, pisahkan dan dihitung sendiri, kemudian dibagi dua dan tambahkan dengan berat hasil ubinan umbi yang ada dalam ubinan.

Sebelum melakukan penimbangan hasil ubinan perlu ditimbang terlebih dahulu berat kantong untuk membantu penimbangan hasil ubinan tersebut. Dan berat hasil ubinan adalah berat keseluruhan dikurangi berat kantong.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018