Sabtu, 24 Februari 2024


Tanaman Ini Bisa Hasilkan Emas, Mampu Tumbuh di Indonesia lho!

20 Des 2023, 15:15 WIBEditor : Gesha

Bongkahan emas yang biasa ada dalam bebatuan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya Sumber Daya Alam (SDA), termasuk kekayaan flora atau tumbuhan yang melimpah. Bahkan ada tanaman yang dianggap mampu menghasilkan emas.

Pakar Biologi Tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Hamim, mengungkapkan pada acara Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap IPB bahwa logam mulia dapat diekstraksi dari tanaman yang mampu menyerap logam berat. Menurutnya, logam berat merupakan komponen yang memiliki ketahanan tinggi dan dapat bertahan dalam tanah selama ratusan tahun.

Prof. Hamim menjelaskan bahwa ada beberapa jenis tumbuhan yang memiliki kemampuan menyerap logam berat dalam jumlah besar di jaringannya. Dengan kemampuan ini, tumbuhan tersebut dapat berperan sebagai bahan untuk fitoremediasi, yaitu metode pembersihan lingkungan.

"Beberapa jenis tumbuhan memiliki kemampuan menyerap logam berat dalam jumlah besar di jaringannya, yang dikenal sebagai tumbuhan hiperakumulator," ujar Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas IPB.

"Selain dapat dimanfaatkan dalam proses fitoremediasi, tanaman tersebut juga memiliki potensi untuk mengekstraksi logam-logam berharga seperti nikel, perak, emas, platina, serta thallium melalui kegiatan yang disebut phytomining," tambahnya.

Prof. Hamim menjelaskan bahwa tanaman hiperakumulator umumnya dapat ditemukan di wilayah dengan kandungan logam tinggi, seperti tanah serpentin dan ultrabasa. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan daratan ultrabasa terluas di dunia, mencakup wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Contohnya, saat dilakukan eksplorasi tumbuhan di sekitar lokasi limbah atau tailing dari proses pemisahan bijih logam mulia dan material non-ekonomis tambang emas PT Antam UBPE Pongkor, hampir semua jenis tumbuhan di area tersebut dapat mengakumulasi emas, meskipun dalam kadar yang rendah.

"Pokoknya, tumbuhan kelompok bayam-bayaman, seperti Amaranthus, yang tumbuh di sekitar tailing, punya kemampuan akumulasi emas tertinggi. Tapi, karena jumlah biomassa mereka rendah, potensi fitomining-nya juga rendah," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tanaman lembang, seperti Typha angustifolia, juga memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk mengakumulasi logam emas (Au). Typha bahkan dapat menghasilkan sekitar 5 hingga 7 gram emas per hektar. Namun, hal ini tentu membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Dalam eksperimennya, penggunaan dark septate endofit dan jamur mikoriza terbukti membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungan yang tercemar logam berat. Kedua jenis jamur ini dapat mendukung program fitoremediasi.

"Penggunaan amonium tiosianat (NH4SCN) sebagai ligan pelarut emas juga terbukti dapat meningkatkan serapan emas oleh tanaman dan secara bersamaan meningkatkan biomassa tanaman. Potensi ini menunjukkan kemungkinan yang baik untuk diintegrasikan dalam program phytomining di lokasi tailing tambang emas," pungkasnya.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018