
Mentan Amran Sulaiman pastikan modernisasi pertanian dengan teknologi dan mekanisasi jadi kunci utama agar Indonesia bisa mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.
TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang -- Mentan Amran Sulaiman pastikan modernisasi pertanian dengan teknologi dan mekanisasi jadi kunci utama agar Indonesia bisa mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian melalui teknologi, mekanisasi, dan penguatan petani menjadi kunci keberhasilan swasembada pangan nasional.
Pernyataan ini disampaikan saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
Acara tersebut dihadiri 5.000 petani dan penyuluh secara luring serta lebih dari dua juta petani secara daring, menjadi momentum strategis menegaskan pencapaian swasembada beras Indonesia.
“Modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan Amran.
Ia menambahkan, penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, dan pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Kita mendorong pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani meningkat,” jelasnya.
Presiden Prabowo turun langsung ke sawah Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, untuk memimpin panen raya padi sekaligus menegaskan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.
Panen raya ini dirangkaikan dengan pengumuman resmi swasembada beras, yang menjadi bukti kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.
“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya. Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo.
Teknologi menjadi sorotan utama dalam panen raya ini. Proses panen dilakukan menggunakan combine harvester, yang mempercepat panen, menekan kehilangan hasil, dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Selain itu, varietas unggul padi Inpari 32 yang dikembangkan Kementerian Pertanian memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, menjadi pengungkit utama produksi nasional.
Presiden Prabowo mendorong agar varietas unggul padi terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.
Selain panen, Presiden juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk drone dan pompa air, serta hilirisasi pertanian, yang menjadi faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.
Presiden juga menyinggung pencapaian swasembada jagung dalam waktu dekat, setelah pada 2025 Indonesia dinyatakan swasembada beras.
“Saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian, didukung TNI/Polri, jagung pun akan swasembada. Pakan akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita juga akan turunkan harga pupuk lebih lanjut,” ujar Prabowo.
Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan bahwa modernisasi pertanian bukan sekadar teknologi, tetapi strategi komprehensif untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan petani di seluruh Indonesia