
Arkab Farm incar usaha sapi potong di Bulukumba
TABLOIDSINARTANI.COM, Bulukumba ---Arkaba Farm, salah satu perusahaan peternak sapi asal Australia menjajaki kerjasama pengembangan peternakan, khususnya sapi potong di Kabupaten Bulukumba.
Arkaba Farm adalah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan sapi di tanah lapang atau hamparan yang terbuka. Sebelum kunjungan lokasi bertemu dengan peternak di Bulukumba, Manajer Arkaba Farm Sri Tohl melakukan presentasi dihadapan Bupati dan Wakil Bupati serta Dinas Peternakan dan Dinas Tanaman Pangan, di Pendopo Rujab Bupati Bulukumba, Rabu (14/7).
Menurut Sri Tohl, kunjungannya memiliki tantangan tersendiri karena saat ini masih situasi pandemi Covid-19. Namun karena semangat ingin memperlihatkan bahwa Bulukumba bisa menjadi contoh pengembangan ternak sapi. "Kami berharap Bulukumba nanti menjadi bukti nyata kerjasama dengan kami ke depan," tutur perempuan asal Sulawesi Selatan yang tinggal di Australia.
Beternak kata Sri adalah mata pencaharian. Namun dibandingkan Australia dengan Indonesia sangat bertolak belakang. Di Australia ternaknya dilepas, sedangkan di Indonesia rata-rata dikandangkan.
Padahal kelebihan ternak yang dilepas adalah peternak yang mengatur ternaknya, bukan ternak yang mengatur peternaknya. Dalam arti bukan peternak yang datang memberikan makanan dan minuman kepada ternak.
"Sebaliknya jika ternak itu dikandangkan, kita begitu repot datang pagi, siang, malam untuk mengontrol dan waktu kita habis setiap hari untuk melihatnya," tambahnya.
Terkait pemilihan jenis sapi apa yang diternakkan, Sri memberikan saran agar sapi yang cocok dengan kondisi air dan udara yang ada di Kabupaten Bulukumba. Tidak perlu ikut-ikutan memelihara jenis sapi yang ada di daerah lain, jika pakannya tidak tersedia atau terbatas di daerah ini.
Meski lahan atau hamparan di Bulukumba tidak sesuai di Australia, Sri Tohl berharap ada beberapa area yang nantinya dijadikan percontohan bagaimana beternak tanpa kandang. "Mudah-mudahan nanti kami bisa kembangkan dan memberikan edukasi, saling bertukar pikiran dan pengalaman supaya sektor peternakan kita lebih baik dan lebih maju lagi," pintanya.
Sementara itu, Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf mengemukakan, kebiasaan mengandangkan ternak sapi di daerah ini karena faktor keamanan. Selain faktor keamanan yang akan menjadi perhatian, perubahan mindset kepada peternak juga menjadi penting.
“Jika selama ini beternak sapi hanya pekerjaan sampingan, maka saatnya beternak sapi itu dijadikan mata pencaharian utama. Syaratnya, harus bersungguh-sungguh menjadi peternak, harus menguasai ilmu dan teknik beternaknya,” katanya.
Ia mengaku heran, petani atau peternak kebanyakan belum sejahtera, padahal potensi alam untuk beternak sangat bagus. Sementara peternak di Jepang itu hidupnya mewah meski lahan mereka terbatas.
“Dengan kehadiran Bu Sri, kami berharap dapat memberikan edukasi dan sharing pengalaman dalam beternak serta menjadi prospek kerjasama ke depan,” ujarnya.
Hari kedua di Bulukumba, Sri Tohl didampingi Dinas Peternakan Bulukumba melakukan kunjungan di lapangan bertemu dengan para peternak di Kecamatan Bontotiro dan meninjau lokasi yang cocok untuk peternakan sapi di Kecamatan Rilau Ale.
Untuk diketahui total populasi ternak sapi di Bulukumba sebanyak 76.798 ekor yang jumlahnya tersebar di beberapa kecamatan terbesar yaitu Bulukumba, Ujungloe, Kajang, Gantarang dan Rilau Ale.