Sunday, 12 April 2026


Kabar Baik bagi Peternak, Kementan Ungkap Tren Harga Pakan Ayam Turun Awal 2026

06 Mar 2026, 09:36 WIBEditor : herman

Harga pakan Mulai Turun di Awal 2006

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Kabar baik datang bagi para peternak unggas. Kementerian Pertanian mencatat adanya tren penurunan harga pakan ternak di tingkat produsen sepanjang Februari hingga awal Maret 2026.

Penurunan ini diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi peternak, khususnya pada sektor perunggasan yang sangat bergantung pada pakan pabrikan.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Produksi dan Harga Pakan (SPORA) milik Direktorat Pakan Kementerian Pertanian, penurunan harga terjadi pada berbagai jenis pakan yang umum digunakan oleh peternak ayam pedaging maupun ayam petelur.

Penurunan terbesar tercatat pada pakan ayam pedaging fase starter (BR1). Dari pemantauan terhadap 33 pabrik pakan, harga BR1 turun rata-rata Rp112 per kilogram, bahkan di beberapa pabrik penurunan mencapai Rp600 per kilogram.

Saat ini, rata-rata harga produsen untuk pakan jenis tersebut berada di kisaran Rp8.010 per kilogram.

Selain itu, pakan broiler fase pre-starter (BR0) juga mengalami penurunan rata-rata Rp82 per kilogram dari 30 pabrik pakan, dengan harga produsen sekitar Rp8.451 per kilogram.

Sementara itu, pakan broiler fase finisher (BR2) turun rata-rata Rp89 per kilogram dari 31 pabrik pakan dengan harga produsen sekitar Rp7.967 per kilogram.

Tren penurunan juga terlihat pada pakan ayam petelur. Pakan layer masa produksi (P3) turun rata-rata Rp86 per kilogram dari 32 pabrik pakan dengan harga produsen sekitar Rp6.803 per kilogram.

Untuk konsentrat layer masa produksi (KP3) tercatat turun rata-rata Rp74 per kilogram dari 14 pabrik pakan dengan harga produsen sekitar Rp7.735 per kilogram.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan tren penurunan harga pakan ini menjadi perkembangan positif bagi keberlanjutan usaha peternakan nasional.

“Penurunan harga pakan tentu menjadi kabar baik bagi peternak karena akan membantu menurunkan biaya produksi. Jika biaya produksi lebih efisien, maka usaha peternakan bisa lebih berkelanjutan dan stabilitas harga produk peternakan juga lebih terjaga,”,” ujar Agung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (5/3).

Meski demikian, Agung mencatat bahwa penurunan harga pakan saat ini baru dilakukan sebagian pabrik.

Dari total 87 pabrik pakan unggas yang beroperasi di Indonesia, sekitar 33 pabrik atau sekitar 38 persen yang telah menyesuaikan harga.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemantauan harga serta komunikasi dengan industri pakan agar tren penurunan harga dapat meluas.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, kami secara rutin melakukan pemantauan harga melalui sistem SPORA serta menjalin komunikasi dengan industri pakan. Penurunan harga ini menunjukkan adanya penyesuaian positif di tingkat industri yang dapat membantu menekan biaya produksi peternak,” katanya.

Pemerintah juga mendorong pabrik pakan lainnya untuk mengikuti langkah perusahaan yang telah lebih dulu menurunkan harga.

Di sisi lain, industri pakan menyatakan terus melakukan efisiensi agar harga pakan semakin kompetitif.

Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga efisiensi produksi sekaligus memastikan pasokan bahan baku tetap tersedia.

“Industri pakan terus melakukan berbagai efisiensi dan penyesuaian agar harga pakan dapat lebih kompetitif. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan baku pakan dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga industri pakan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan nasional,” ujar Desianto.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat produksi jagung nasional sebagai bahan baku utama pakan ternak.

Menurutnya, Indonesia bahkan mulai melakukan ekspor jagung dari beberapa daerah penghasil.

“Tidak ada impor jagung khusus pakan. Bahkan kita sudah ekspor. Ekspor di Kalimantan Barat ke Malaysia. Juga kita ekspor ke Filipina. Dari NTB, dari Gorontalo. Jadi ada tiga tempat, dan Bapak Presiden lepas langsung,” kata Amran dalam kegiatan Panen Raya Jagung di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Januari lalu.

Reporter : Eko
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018