Thursday, 18 August 2022


Penuhi Kebutuhan, 80% Susu Diimpor

08 Jan 2019, 17:26 WIBEditor : Yulianto

peternak spai perah | Sumber Foto:Yulianto

Produksi susu baru bisa memenuhi 20% kebutuhan dalam negeri

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Produksi susu dalam negeri hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan hampir 80% kebutuhan susu untuk masyarakat masih diimpor.

Susu, kebutuhan kita masih kurang, populasi sapi perah kita hanya 550 ribu ekor, padahal minimal 1 juta ekor untuk bisa memenuhi kebutuhan susu masyarakat Indonesia,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita pada acara Bincang Asyik Pertanian Indonesia (Bakpia) di Jakarta, Selasa (8/1).

Dalam acara tersebut juga hadir Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, Rahmandi Msi dan General Manager Ekspor-Impor PT Prima Food Indonesia, Jessica. Menurut Ketut, rendahnya populasi sapi perah di dalam negeri karena banyak dipotong karena peternak tergiur harga daging mahal.

Sementara itu Direktur Pengolahan dan Pemasaran, Ditjen PKH, Fifi Murfiani juga mengakui produksi susu baru bisa memenuhi 20% kebutuhan dalam negeri. Bahkan pada tiga tahun sebelumnya ada penuruna populasi. Namun, kini sudah naik lagi menjadi 570 ribu ekor. “Kebutuhan susu dalam  negeri menurut data BPS, untuk susu konsumsi dan non konsumsi sebanyak 17 liter/hari. Kita masih impor sekitar 80%,” katanya.

Bagaimana cara meningkatkan populasi? Fini menjelaskan, sama seperti upaya pemerintah meningkatkan populasi sapi potong, untuk mendongkrak populasi sapi perah pemerintah juga melakukan program Upsus Sapi Betia Wajib Bunting (Siwab). Pemerintah juga membuat program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

“Dengan cara itu diharapkan akan memicu peningkatan produksi. Kita targetkan pada 2026, produksi susu segar dalam negeri bisa mencapai 60%. Kita juga melakukan kemitraan peternak sapi perah dengan IPS (industri pengolahan susu) dan importir susu,” tutunya.

Reporter : Yuli
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018