
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi berharap agar SDM Peternakan terus ditingkatkan
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Sapi Belgian Blue memang menjadi andalan Indonesia untuk diperbanyak dan dikawinkan silang dengan sapi lokal Indonesia. Selama ini, semen beku dari sapi raksasa ini masih diimpor dari negara asalnya. Namun jika sumberdaya manusia dan sapi anakan sudah banyak, semen beku impor tersebut akan dihentikan.
"Saat ini, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor akan melakukan seleksi untuk menghasilkan semen beku dari Belgian Blue yang ada," tutur Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Senin (19/8).
Selain itu hasil inovasi teknologi peternakan pendukungnya sudah banyak, seperti pakan pertumbuhannya sudah bagus dan berlimpah, konsentrat sudah bisa dibuat sendiri oleh petani.
"Kalau nanti produksinya sudah tinggi baik hewan maupun konsentratnya, maka tidak mustahil kita akan ekspor. Yang penting bisa bersatu dalam korporasi serta menghasilkan produk yang efisien, hasilnya bagus, dan harganya bersaing," tambahnya.
Mengenai kualitas sumberdaya manusia di bidang peternakan, Prof Dedi mengakui masih belum handal. "Tidak mungkin menghasilkan peternak yang handal dan produktivitas yang tinggi, kalau praktisinya ilmunya pas-pasan dan tidak berkompeten," ujanya kepada kepada peserta pelatihan peramedik, inseminator, dan petugas pemeriksa kebuntingan di BBPKH Cinagara.
Karenanya, Dedi berharap BBPKH Cinagara mampu menghasilkan peternak dan praktisi yang handal, mulai dari budidaya hingga menghasilkan produksi yang banyak. Juga pandai menghasilkan produk hasil turunannya sepeti yogurt dan lainnya.
“Dari pelatihan yang dilakukan harus menghasilkan alumni peserta pelatihan yang handal dalam beternak, sehingga mampu menjaga hewannya tetap sehat dan mampu mengatasi bila hewannya sakit,” ungkapnya. Menurut Dedi, hewan yang sehat merupakan salah satu pengungkit produktivitas.
Kepala BBPKH Cinagara, Wisnu Wasisa mengatakan untuk peningkatan sdm peternakan, BBPKH Cinagara telah mengembangkan pelatihan tematik kepada peternak. Pelatihan tersebut agar peternak maksimal dalam berbudidaya (good agriculture farming). Para petugas pelatihan dan widyaiswara juga terus ditingkatkan kemampuannya melalui pelatihan khususnya bidang kesehatan hewan, reproduksi, dan kesehatan veteriner.
Dari segi SDM secara keseluruhan, BBPKH Cinagara sudah melatih petugas paramedik 6500 orang, inseminator 450 orang. Petugas tersebut telah mempunyai sertifikasi kompetensi yang telah diberikan Lembaga Serifikasi Profesi (LSP).
"Dengan petugas yang berkompeten tersebut, kemampuan peternak kini sudah meningkat. Peternak sudah bisa memilih bibit yang baik dan mengembangkan dengan Inseminasi Buatan (IB), dari segi efisiensi sudah ada kesadaran mengoptimalkan masa kelahiran pendek yaitu setelah masa bunting 9 bulan, maka setelah melahirkan 2 atau 3 bulan sapinya sudah bisa bunting kembali. Jadi peternak sudah mempunyai manajemen yang bagus", beber Wisnu.